Literasi dan Sikap Kritis Dibutuhkan Anak Muda di Era Teknologi
📅 Jumat, 17 Nov 2023, 14:20 WIB | Oleh: Tim PenulisSementara itu, FX Sugiyono dalam paparannya menunjukkan bahwa anak-anak muda memiliki kecenderungan untuk tidak peduli dan cuek terhadap literasi dan pembicaraan pembangunan serta perkembangan dan nilai-nilai sosial bangsa.
"Lebih suka berbicara internal gereja. Padahal harus ada rasa yang tumbuh untuk peduli kepada dunia dan keadaan sosial Indonesia. Keadaan Indonesia, apapun itu, akan berdampak untuk semua orang, termasuk anak-anak muda Katolik ini."
Ia menyatakan, terdapat 11 persen anak muda Katolik yang menyatakan Pancasila bisa diganti sebagai ideologi.
Politik, menurutnya, adalah berpikiran untuk kebaikan bersama, dan semua orang adalah pemain dan tergantung kepada situasi politiknya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Menyambut Tahun Emas ini tergantung pada politik. Kalau kita sendiri tidak peduli pada politik dan tidak berpikir kritis, apa yang akan mempengaruhi tahun emas tersebut, yaitu politik, maka menjadi tidak ada apa-apa. Tidak akan ada perubahan. Ini yang harus dibangkitkan," katanya.
"Pancasila harus diwujudkan untuk menuju Indonesia Tahun Emas. Maka, aktiflah berpartisipasi dalam politik, jangan diabaikan. Berpikir kritis, karena apapun yang terjadi di politik, akan berdampak terhadap hidup kita semua," terangnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!