El Nino Sebabkan Panen Padi di Aceh Barat Anjlok
Jumat, 17 Nov 2023, 00:41 WIBMeulaboh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mencatat produksi padi setempat pada musim tanam gadu 2023 sebesar 3.000 ton atau menurun jauh dibanding musim sebelumnya yang selalu di atas 12.000 ton akibat dampak kekeringan yang disebabkan fenomena El Nino.
"Dari total 2.500 hektare sawah yang digarap petani pada musim tanam gadu 2023, hanya sekitar 500 hektare lahan yang bisa ditanami padi," kata Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Barat, Safrizal di Meulaboh, Kamis.
Pada musim tanam sebelumnya, jumlah panen padi milik petani di daerah tersebut mencapai 12.000 hingga 18.000 ton.
Seperti diketahui, El Nino merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Dampak dari pemanasan suhu muka laut tersebut menyebabkan kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.
Safrizal mengatakan dari total 500 hektare lahan sawah yang bisa ditanami padi pada musim gadu, produksi padi milik petani di Kabupaten Aceh Barat tercatat normal di kisaran 5,75 hingga 7 ton gabah per hektare.
Ia mengakui berkurangnya produksi padi petani pada tahun ini karena disebabkan tidak semua areal sawah di Kabupaten Aceh Barat dapat dialiri air, sehingga petani tidak bisa menanam padi karena tidak adanya sumber air.
"Padahal 2.000 hektare lahan sawah ini sudah dibajak sebelumnya, namun karena tidak ada sumber air, petani tidak berani melakukan penanaman benih," kata Safrizal menambahkan.
Sebagai upaya mengatasi kekeringan di musim tanam rendengan 2023, pemerintah daerah saat ini terus berupaya mencari solusi, agar petani di daerah dapat memenuhi kebutuhan air saat akan menanam padi.
"Mungkin salah satu caranya yaitu dengan metode pompanisasi, sehingga petani bisa mendapatkan sumber air dari sungai terdekat," katanya.
Safrizal mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat saat ini terus berupaya memaksimalkan produksi padi di musim tanam rendengan, sehingga diharapkan produksi kebutuhan pangan masyarakat di daerah tidak mengalami penurunan akibat dampak El Nino.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BMKG Laporkan Gempa Dangkal di Sukabumi akibat Aktivitas Sesar Bawah Laut
-
Wamenkeu Klaim Ekonomi RI Saat Ini Masih Jauh dari Situasi Krisis seperti Tahun 1998
-
Pemprov Jatim Revitalisasi 45 SMA, SMK, dan SLB dengan Anggaran Rp46,9 Miliar.
-
Trump: Orang Kedua dalam Komando ISIS Tewas oleh Militer AS dan Nigeria
-
Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas Bersama DLHKP dan Karang Taruna Gelar Gerakan Pilah Sampah dari Rumah.
-
KPR Subsidi Tenor 40 Tahun Siap Digulirkan, Cicilan Turun Jadi Rp773 Ribu!
-
Jangan Tunggu Krisis! Daerah Rawan Pangan Harus Jadi Prioritas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.