- Home
-
- Luar Negeri
-
- Berita Gembira, San Fransi...
Berita Gembira, San Fransisco Jadi Titik Awal Stabilisasi Hubungan Tiongkok-AS
Kamis, 16 Nov 2023, 22:25 WIBBeijing - Berita gembira, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning mengatakan pertemuan Presiden Xi Jinping dan Presiden Joe Biden di San Fransisco dapat menjadi titik awal stabilisasi hubungan Tiongkok dan Amerika Serikat.
"Kedua belah pihak perlu melakukan upaya-upaya baru untuk mewujudkan visi baru ini dengan mengonsolidasikan lebih lanjut landasan hubungan bilateral dan membangun pilar-pilar untuk hidup berdampingan secara damai," kata Mao kepada media di Beijing, Tiongkok, pada Kamis.
Xi bertemu dengan Biden pada Rabu waktu setempat di Filoli Estate, San Francisco, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC).
Dalam pertemuan tersebut, Xi mengatakan negaranya tidak berencana mengungguli atau menggeser posisi AS sehingga AS pun seharusnya tidak perlu menekan Tiongkok.
Isu-isu ekonomi, perdagangan, investasi, lingkungan, kecerdasan buatan, militer hingga masalah Taiwan turut dibicarakan dalam pertemuan kedua pemimpin.
"Pertemuan puncak ini sangat penting karena dapat mengidentifikasi arah dan menyusun cetak biru hubungan Tiongkok-AS di masa depan," kata Mao.
"Pertemuan ini merupakan pertemuan bagi kedua belah pihak untuk membangun kepercayaan, menjernihkan keraguan, mengelola perbedaan dan memperluas kerja sama," tambah Mao.
Ia menyebut Tiongkok berharap AS bekerja sama mengonsolidasikan landasan hubungan bilateral dan mendorong pertumbuhan hubungan kedua negara yang sehat dan stabil.
"Kedua kepala negara saling bertukar pandangan secara jujur dan mendalam. Dengan jelas diuraikan tanggung jawab kedua negara besar tersebut, dan menghasilkan 'visi San Francisco' yang berorientasi masa depan," ungkap Mao.
Mao menyebut pertemuan tersebut pertemuan positif, komprehensif dan konstruktif, yang mempunyai arti strategis dan luas.
"Presiden Xi menekankan bahwa kedua belah pihak perlu bekerja sama untuk membentuk persepsi yang benar, mengelola perbedaan secara efektif, memajukan kerja sama yang saling menguntungkan, memikul tanggung jawab sebagai negara besar dan mendorong pertukaran masyarakat maupun budaya," tambah Mao.
Pertemuan selama empat jam di San Fransisco tersebut berselang setahun dari pertemuan keduanya dalam KTT G20 di Bali, Indonesia, pada 14 November 2022.
Namun setelah bertemu dengan Xi, dalam konferensi pers wartawan bertanya kepada Biden apakah dia masih memandang Xi diktator seperti pernah dikatakannya Juni lalu.
Biden menjawab belum mengubah pandangannya terhadap Xi yang dianggapnya diktator.
"Ya. Dia diktator dalam artian dia orang yang menjalankan negara komunis yang didasarkan pada bentuk pemerintahan yang sama sekali berbeda dari kita," kata Biden.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Lagi, Anggota Politbiro Tiongkok Diselidiki Lembaga Pengawas Antikorupsi
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Semarakkan Mudik Lebaran 1447 H, KAI Wisata Hadirkan Hiburan Budaya hingga Pembagian Takjil
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
Banyak Kecelakaan di Laut, Hati-hati Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Nias
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Kronologi Anggota Pasukan Bela Diri Jepang Masuk Tanpa Izin ke Kedubes China
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.