Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkes Sebut Vaksin Cacar Monyet Saat Ini Sangat Terbatas

📅 Selasa, 14 Nov 2023, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkes Sebut Vaksin Cacar Monyet Saat Ini Sangat Terbatas Doc: ANTARA/Sulthony Hasanuddin
Ket. Petugas kesehatan menyosialisasikan penyakit cacar monyet kepada masyarakat di Puskesmas Kedaung, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (1/11/2023).

Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan bahwa vaskin untuk cacar monyet ataumpoxsangat terbatas dan mahal untuk itu salah satu solusi untuk pencegahan saat ini dengan tidak melakukan hubungan seks berisiko.

"Karena saat ini vaksin sangat terbatas dan cukup mahal yg terbaik menghindari praktik seks berisiko apalagi kalau mengetahui pasangan seks kita memiliki gejalampoxjangan melakukan hubungan seks dan segera isolasi," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi ANTARA, di Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan kelompok berisiko yang dimaksud yakni orang yang melakukan seks dengan berganti-ganti pasangan dan memiliki banyak pasangan serta seks sesama jenis. Umumnya, kata dia, kasus cacar monyet terjadi karena hubungan seks sesama jenis.

Dia mengatakan apabila masyarakat melihat atau merasakan gejalampoxdapat segera melakukan isolasi. Selain itu, orang yang miliki risiko harus segera mendapatkan vaksinasi.

"Kalau kita ada gejalampoxsegera lapor ke fasilitas kesehatan dan lakukan isolasi. Untuk yang beresiko perlu segera mendapatkan vaksinasi," kata dia.

Ia juga mengatakan cacar monyet dapat menyebar ke provinsi lain karena penyakit tersebut merupakan penyakit menular, namun masyarakat tidak perlu khawatir karenampoxpenularannya sangat lambat jika dibandingkan dengan COVID-19.

"Penyakit ini penularan sangat lambat kalau dibandingkan dengan COVID-19 karena penularan melalui kontak baik kontak langsung maupun kontak tidak langsung," ujarnya.

Kemenkes mencatat hingga Jumat (10/11) kasusmpoxdi Indonesia bertambah menjadi 42 kasus yang tersebar di Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Data Kemenkes melaporkan kasus konfirmasimpoxumumnya dialami kelompok masyarakat berorientasi seksual sesama jenis dari kaum laki-laki dengan kondisi penyerta HIV dan sifilis.

Gejala cacar monyet biasanya diawali nyeri kepala kemudian diikuti demam lebih dari 38 derajat celcius dan nyeri tenggorokan dan pembesaran kelenjar getah bening, diikuti munculnya ruam setelah satu atau tiga hari.

Penampakan ruam berupa ruam merah yang jumlahnya sedikit, tersebar secara regional artinya misalnya di area lengan, kemudian ada di area genital, tungkai dan lainnya.

Gejala ini berbeda dengan cacar air yang biasanya ditandai demam hingga 39 derajat celcius, lalu ruam yang muncul dalam satu waktu bisa bermanifestasi banyak sekali yaitu bisa berupa kemerahan, bintil, lenting, dan ini ada di berbagai fase.

Kemenkes juga menyediakan 4.500 dosis vaksin mpox serta 1.008 botol antivirus tecovirimat, sebagai upaya pengobatan pasien yang diprakirakan tersedia pada pekan keempat November 2023.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.