Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Transportasi Pasokan yang Jadi Harapan Keselamatan

📅 Senin, 13 Nov 2023, 06:25 WIB | Oleh:
Transportasi Pasokan yang Jadi Harapan Keselamatan Doc: afp/Olga MALTSEVA

Saat pengepungan Leningrad, insinyur kereta didatangkan oleh Russia untuk memperbaiki jalur dan jembatan. Selama satu pekan mereka memakan persediaan makanan yang ditinggalkan Jerman saat mundur. Hasilnya, dan menurut standar orang-orang di Leningrad, mereka makan dengan baik dan semua perbaikan yang diperlukan pada jalur tersebut diselesaikan hanya dalam waktu satu pekan.

Persediaan mulai mengalir ke kota yang terkepung. Jalur pasokan lainnya adalah menggunakan Danau Ladoga yang membeku. Ironisnya, meskipun cuaca sangat dingin bagi penduduk Leningrad, suhunya tidak cukup dingin untuk membekukan danau sehingga mampu menahan beban truk. Danau itu cukup beku untuk menghentikan kapal tongkang yang membawa perbekalan.

Ketebalan es baru mencapai titik beku yang cukup pada akhir November, dan pada 26 November, delapan truk meninggalkan Leningrad, menyeberangi danau dan kembali dengan membawa 33 ton makanan. Ini merupakan pencapaian besar, namun kota ini membutuhkan 1.000 ton makanan setiap hari agar bisa berfungsi.

Setelah es terbukti andal dan aman, lebih banyak perjalanan dilakukan dan terkadang moda transportasi ini membawa 100 ton makanan setiap hari. Meskipun 'Jalan Kehidupan', sistem kereta dan penggunaan Danau Ladoga memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan Leningrad, hal-hal tersebut tidak dapat menyediakan semua yang dibutuhkan.

Catatan kota menunjukkan bahwa 52.000 orang meninggal pada bulan Desember 1941 akibat kekurangan makanan dan hawa dingin menyebabkan lebih dari 1.600 kematian setiap hari. Namun, angka-angka yang dikumpulkan oleh pemerintah kota adalah untuk mereka yang diketahui telah meninggal dan dikuburkan.

Jumlah tersebut tidak termasuk orang yang meninggal di rumah atau di jalan dan jenazahnya tidak pernah ditemukan. Total kematian resmi selama 900 hari pengepungan adalah 632.000. Namun, beberapa orang percaya bahwa angka tersebut kemungkinan besar akan mendekati 1 juta.

Jalur kereta ke Tikhvin memungkinkan pihak berwenang untuk menangani kasus-kasus medis terburuk. Namun danau yang membeku dan jalan buatan juga menyebabkan banyak pengungsi meninggalkan kota bertentangan dengan keinginan mereka yang mengelola kota. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.