Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kelompok Bersenjata Klaim Jatuhkan Jet Tempur Junta

📅 Senin, 13 Nov 2023, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kelompok Bersenjata Klaim Jatuhkan Jet Tempur Junta Doc: AFP
Ket. Jet Tempur Junta l Sejumlah jet tempur milik Angkatan Udara Myanmar mengudara saat peringatan Hari Angkatan Bersenjata di Naypyidaw pada Maret Tahun lalu. Pada Minggu (12/11), kelompok pejuang antikudeta mengklaim mereka telah menembak jatuh sebuah jet tempur junta.

BANGKOK - Sebuah jet tempur milik junta Myanmar jatuh di timur negara itu di mana pertempuran sedang berlangsung, kata junta pada Minggu (12/11), dan kelompok pejuang antikudeta mengklaim mereka telah menembak jatuhnya.

Myanmar saat ini telah terpecah oleh konflik sejak kudeta militer tahun 2021, dengan berbagai kelompok etnis bersenjata melawan junta di berbagai wilayah. Dalam dua pekan terakhir, pertempuran meningkat di Negara Bagian Shan utara, dekat perbatasan Tiongkok, yang menurut para analis merupakan tantangan militer terbesar bagi para jenderal sejak mereka merebut kekuasaan.

Jet tempur ringan, yang membawa dua pilot, jatuh pada Sabtu (11/11) antara Negara Bagian Kayin timur dan Kayah, dekat perbatasan Myanmar dengan Thailand.

Juru bicara junta, Zaw Min Tun, mengatakan kepada kantor berita milik pemerintah, MRTV, bahwa jet tersebut sedang dalam penerbangan pelatihan dan jatuh karena kerusakan mesin.

Zaw lalu mengatakan bahwa kedua pilot lalu berhasil melakukan kontak dengan militer.

"Hal ini terjadi ketika kelompok bersenjata di Negara Bagian Kayah dan junta bentrok selama akhir pekan," kata Zaw Min Tun kepada MRTV.

Sementara itu Pasukan Pertahanan Kebangsaan Karenni (KNDF) mengaku telah menembak jatuh pesawat tersebut, namun tidak merinci bagaimana pesawat tersebut ditembak jatuh.

"Kami sedang mencari puing-puingnya dan kedua pilotnya sekarang," kata ketua KNDF, Khun Bedu, kepada AFP.

Sebaiknya Anda baca juga:

KNDF merupakan salah satu dari puluhan kelompok yang berjuang memulihkan demokrasi setelah tentara menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi.

Hampir 50.000 orang terpaksa mengungsi dalam pertempuran di Negara Bagian Shan, menurut PBB, setelah tiga kelompok anti-junta melancarkan serangan gabungan.

Tingkatkan Propaganda

Sementara itu kantor berita Radio Free Asia (RFA) pada Minggu melaporkan bahwa junta militer semakin banyak menggunakan media pemerintah untuk tujuan propaganda, namun di sisi lain juga terus melakukan tindakan keras terhadap media independen.

Junta telah meningkatkan penggunaan salurannya di aplikasi perpesanan Telegram untuk mendistribusikan informasinya, menurut para wartawan. Selain itu, ada sejumlah saluran Telegram pro-junta yang kemudian memperkuat propaganda junta.

"Masyarakat harus waspada terhadap berita palsu," Sein Win, editor manajemen ruang berita Mizzima Media. "Ini adalah strategi tradisional dan umum militer sejak dahulu kala. Orang-orang mungkin terjebak dalam propaganda mereka," imbuh dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

43 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.