- Home
-
- Luar Negeri
-
- Xi-Albanese Sepakat untuk ...
Xi-Albanese Sepakat untuk Lebih Meningkatkan Hubungan Tiongkok-Australia
Selasa, 07 Nov 2023, 15:36 WIBTOKYO - Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Senin (6/11) sepakat untuk lebih meningkatkan hubungan bilateral. Albanese menjadi pemimpin pertama dari negara Pasifik yang mengunjungi Tiongkok sejak tujuh tahun di tengah meredanya ketegangan hubungan.
Dilaporkan Kyodo, Xi dalam sambutan pembukaannya mengatakan "berbesar hati melihat" hubungan Tiongkok-Australia telah "memulai jalur perbaikan dan pembangunan yang benar". Hubungan yang sehat dan stabil akan melayani "kepentingan bersama kedua negara dan rakyat dua negara."
Albanese menjawab, "Hubungan yang kuat antara kedua negara kita akan bermanfaat di masa depan". Dia menyerukan komunikasi jika terjadi perbedaan. "Dari komunikasi muncullah pemahaman," katanya, menurut transkrip resmi yang dirilis kantornya.
Hubungan bilateral telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir karena serangkaian masalah, termasuk masalah hak asasi manusia di Tiongkok dan seruan Canberra untuk melakukan penyelidikan independen terhadap asal usul pandemi virus corona, yang pertama kali terdeteksi di kota Wuhan di Tiongkok.
Albanese melakukan kunjungan empat hari ke Tiongkok hingga Selasa. Kedua pemimpin bertemu di Aula Besar Rakyat di ibu kota Tiongkok.
Pemimpin Australia mengatakan, dia berdiskusi dengan Xi tentang upaya Beijing untuk bergabung dengan pakta perdagangan bebas Pasifik, yang mencakup Australia, Jepang, negara-negara di Amerika, Asia, dan Eropa. Namun, ia tidak menjelaskan apakah mendukung permohonan Tiongkok itu.
Aksesi terhadap pakta tersebut, yang umumnya dikenal sebagai Kemitraan Trans-Pasifik (Trans-Pacific Partnership/TPP), memerlukan persetujuan bulat dari semua anggota yang ada. Australia dan Jepang bersikap hati-hati terhadap upaya Tiongkok untuk bergabung dengan perjanjian tersebut.
Sebagai peringatan terhadap upaya yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutunya untuk membendung Tiongkok, Xi mengatakan kepada Albanese bahwa negara mereka harus tetap waspada dan menentang "upaya mengacaukan kawasan Asia-Pasifik," menurut China Central Television (CCTV) yang dikelola pemerintah. .
Australia adalah anggota Quad, yang melibatkan Amerika Serikat, Jepang, dan India, serta AUKUS, kemitraan keamanan yang melibatkan Inggris dan Amerika Serikat.
Xi juga mengatakan Tiongkok bersedia melakukan lebih banyak kerja sama trilateral dan multi-pihak dengan Australia untuk mendukung negara-negara Pasifik Selatan dalam mengatasi perubahan iklim dan tantangan lainnya, kata CCTV.
Sejak Albanese menjabat pada Mei tahun lalu, ia berupaya memperbaiki hubungan bilateral setelah hubungan dengan Tiongkok memburuk di bawah pemerintahan pendahulunya, Scott Morrison.
Pada 2020, Beijing menjatuhkan sanksi terhadap produk anggur, jelai, dan batu bara Australia. Tiongkok, mitra dagang terbesar Australia, telah mencabut pembatasan impor batu bara dan jelai dari negara tersebut dan telah meninjau ulang tarif yang dikenakan pada impor anggur.
Pada Minggu, Albanese menghadiri pameran dagang besar di Shanghai bersama Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang. Dalam pidato utamanya, Li menegaskan kembali niat Beijing untuk mengupayakan aksesi ke TPP, yang secara resmi dikenal sebagai Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP).
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Indonesia–Korea Selatan Teken MoU Energi Bersih, Fokus Surya, Nuklir hingga Hidrogen
-
Kristen Bell Bakal Jadi Host Ajang Penghargaan Actor Awards Ketiga Kalinya
-
Zulhas Dorong Percepatan Teknologi Sampah untuk Tangani Kondisi Darurat Nasional
-
Tim SAR Evakuasi Nelayan Terdampar di Perairan Manokwari–Oransbari
-
Harga Minyak Anjlok Tajam setelah Trump Sebut Perang Melawan Iran akan Segera Berakhir
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Mudik Tenang dan Nyaman, Tugu Insurance Hadirkan Asuransi t Mudik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.