Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pangdam Udayana: Netralitas TNI di Pemilu Tak Bisa Ditawar

📅 Selasa, 07 Nov 2023, 01:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pangdam Udayana: Netralitas TNI di Pemilu Tak Bisa Ditawar Doc: ANTARA/HO-Penerangan Kodam IX/Udayana
Ket. Panglima Komando Daerah IX/Udayana Mayjen TNI Harfendi memberikan pengarahan terkait netralitas TNI dalam acara Jam Pimpinan yang digelar secara daring maupun luring di Ruang Rapat Utama Syafiudin, Makodam IX/Udayana, Denpasar, Senin (6/11).

Denpasar - Panglima Komando Daerah IX/Udayana Mayjen TNI Harfendi kembali menegaskan netralitas anggota TNI dalam kontestasi elektoral Pemilihan Umum 2024 merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar.

Penegasan itu disampaikan Pangdam Udayana saat memberikan pengarahan kepada seluruh Komandan Satuan dan Kepala Badan Pelaksana Jajaran Kodam IX/Udayana dalam acara Jam Pimpinan yang digelar secara daring maupun luring di Ruang Rapat Utama Syafiudin, Makodam IX/Udayana, Denpasar, Senin.

Pangdam sengaja mengadakan kegiatan tersebut dan mengumpulkan para pimpinan satuan di jajaran Kodam IX/Udayana, agar tidak bosan-bosannya para pimpinan satuan bawah memberikan penekanan terkait dengan netralitas TNI pada Pemilu 2024 sehingga para prajurit Kodam IX/Udayana benar-benar mengerti dan memahami makna dari netralitas.

Harfendi menyatakan dengan intensitas suhu politik saat ini berpengaruh terhadap banyak hal termasuk tugas-tugas pokok TNI khususnya aparat teritorial yang selalu bersentuhan dengan masyarakat.

Karena itu, kata Harfendi, segala dinamika politik di lapangan perlu disikapi dengan bijak serta dengan mempedomani instruksi dari komando atas, meskipun dengan dinamika dan kondisi di lapangan yang terkadang berbeda.

"Viralnya video penurunan alat sosialisasi yang terjadi beberapa waktu lalu saat kunjungan kenegaraan, dapat menjadi pembelajaran agar aparat TNI khususnya yang berada di lapangan dapat lebih berhati-hati saat melaksanakan tugas di lapangan. Sebab, memasuki tahun politik ini akan ada banyak kelompok masyarakat tertentu yang sangat sensitif, selaras dengan meningkatnya situasi politik," ungkap Pangdam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.