Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kaum Milenial di Sukabumi Diajak untuk Bertani

📅 Minggu, 05 Nov 2023, 00:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kaum Milenial di Sukabumi Diajak untuk Bertani Doc: ANTARA/HO/Dokpim Kota Sukabumi
Ket. Pj Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji.

Sukabumi - Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji mengajak kaum milenial bertani atau alangkah baiknya menjadi petani yang bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan serta menangkap peluang ekonomi yang ada di sektor pertanian.

"Profesi sebagai petani adalah profesi yang mulia, bahkan bertani merupakan salah satu usaha yang paling menjanjikan karena kebutuhan pangan dari waktu ke waktu terus meningkat," katanya di Sukabumi pada Sabtu, (4/11).

Menurut Kusmana, harus diakui saat ini kaum milenial kurang bahkan tidak tertarik menjadi petani mereka lebih memilih menjadi gamers, youtubers atau profesi yang berkaitan dengan dunia digital. Tetapi mereka lupa bahwa sebagai makhluk tetap harus makan di mana bahan pangan itu berasal dari pertanian.

Maka dari itu, pihaknya mendorong generasi muda untuk berkecimpung di bidang pertanian dan merasa bangga menjadi petani, karena hasil pertanian sampai kapanpun akan dicari sebagai kebutuhan paling utama manusia.

Saat ini sudah banyak metode untuk bertani salah satunya hidroponik, di mana cara ini sudah banyak dikembangkan oleh kaum muda di Indonesia dan tidak sedikit dari mereka memiliki pendapatan yang fantastis dari usahanya itu.

Untuk itu, pihaknya berharap dari Kota Sukabumi muncul para pemimpin agribisnis maupun pelaku usaha dan entrepreneur di sektor pertanian. Selain sebagai mata pencaharian utama, juga untuk menjaga ketahanan pangan.

"Sudah saatnya sektor pertanian dikuasai oleh generasi muda, karena saat ini kebanyakan petani usianya di atas 50 tahun dan tentunya harus ada regenerasi demi menjaga ketahanan pangan," tambahnya.

Kusmana mengatakan kaum milenial pun harus ikut bertanggung jawab dalam menjaga ketahanan pangan nasional khususnya daerah, apalagi sektor pertanian merupakan salah satu indikator yang sangat berpengaruh terhadap kondisi inflasi.

Sehingga pihaknya berharap besar kepada kaum milenial atau generasi muda ikut peduli untuk memajukan dunia pertanian khususnya di Kota Sukabumi dan tertarik serta terlibat langsung di sektor pertanian.

Masa depan hasil pertanian dan ketersediaan pangan ada di tangan generasi muda, regenerasi petani harus berlanjut jangan terhambat apalagi terhenti dan jadikan profesi sebagai petani menjadi kebanggaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.