Penerima PIP di SMKN 7 Palu Mampu Toreh Prestasi
Kamis, 02 Nov 2023, 12:40 WIBPALU - Peserta didik penerima bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Palu mampu menorehkan prestasi. Keterbatasan ekonomi tidak menjadi halangan berprestasi baik di dalam maupun di luar kelas.
Soleha, siswi Kelas XI Jurusan Nautika Kapal Niaga (NKN) SMKN 7 Palu, mendapat bantuan pendidikan PIP sejak SD sampai SMK. Nilai akademiknya selalu tinggi.
"Dari SD sampai SMP nilai saya baik. Masuk SMKN 7 Palu pakai sertifikat karena sering juara lomba. Selama sekolah di sini nilai masih baik, jadi masih dapat PIP sampai sekarang," ujar Soleha, kepada Koran Jakarta, Rabu (1/11).
Salah satu lomba yang pernah diraih Soleha sebelum masuk SMKN 7 Palu yaitu juara di Kompetisi Sains Madrasah. Di SMK, dia kembali aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler drumband dan memiliki minat serta bakat di bidang seni lukis.
"Saya ikut kegiatan drumband sejak SMP, tapi akademik tidak tertinggal. Saya inisiatif juga tanya ke guru dan teman soal pelajaran," kata anak ketiga dari lima bersaudara itu.
Total besaran PIP yang didapat Soleha Rp1 juta per tahun. Dia merasa jumlah itu cukup kendati ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan dan ibu menjadi ibu rumah tangga.
Dana PIP yang Soleha dapat digunakan untuk kebutuhan pembelajaran seperti buku dan seragam sekolah. Di SMKN 7 Palu sendiri ada biaya seragam sebesar Rp3 juta yang bisa dicicil sebanyak tiga kali pembayaran. Tambahan untuk biaya untuk kebutuhan sehari-hari dia dapat dari berwirausaha dengan menjual karya lukisnya.
"Untuk tambahan saya dapat dari uang hasil lukisan. Saya bikin pameran dan biasanya lukisan terjual antara 500 ribu sampai 1 juta," tandasnya.
Namun pengalaman Soleha berbeda dengan Muh. Arham Syaputra, siswa kelas XI Jurusan Nautika Kapal Niaga (NKN) SMKN 7 Palu. Meski memiliki nilai bagus dan berprestasi sejak SD, dia baru menerima PIP saat duduk di SMKN 7 Palu.
Sebelum mendapat PIP, dia harus merasakan perjuangan yang tidak ringan untuk membiayai kebutuhan sekolah. Ayahnya seorang buruh bangunan dan ibunya menjadi ibu rumah tangga. Kedua orang tuanya tak jarang harus meminjam uang dari tetangga dan sanak saudara.
"Ketika dapat PIP orang tua senang, bahagia, dan bersyukur bisa dapat. Uangnya saya pakai untuk keperluan sekolah," ucapnya.
Sama dengan Soleha, Arham juga sudah meraih berbagai prestasi. Salah satunya ketika di MTS dia mendapat juara 3 lomba drama antar-sekolah tingkat kota. Di SMKN 7 Palu, dia juga masuk kegiatan ekstrakulikuler drumband dan telah meraih prestasi.
Kepala SMKN 7 Palu Ashar Nurdin berkomitmen untuk mendorong minat dan bakat para siswa, termasuk para penerima PIP. Jumlah penerima PIP di SMKN 7 Palu yaitu PIP Nominasi 56 dan pemberian 63 orang.
"Saya ajak mereka, mendorong dan mendukung minat mereka. Kami juga fasilitasi untuk bisa kerja dan sertifikasi, karena sertifikat itu penting untuk bisa melaut," ucapnya.
Kasi Peserta Didik SMK bidang PSMK Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah Uriani Hasan, mengatakan, ada beberapa dukungan bagi penerima PIP dari Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah. Beberapa di antaranya yaitu bantuan untuk seragam sekolah dan uji kompetensi keahlian.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Gaya Kelola Jogokariyan Tuai Inspirasi, Ekonomi Syariah Bisa Tumbuh dari Masjid
-
Salurkan Bantuan di Purwakarta, Saan Mustopa: Jangan Ada Pemotongan Dana PIP
-
BBMKG Catat Rentetan Gempa Kecil di Buleleng Bali pada 26–27 November
-
Ini 14 Lokasi Samsat Keliling di Jadetabek Jika Anda Mau Bayar PKB
-
UMKM Badung Meledak! Transaksi HUT Mangupura Tembus Rp1,2 Miliar dalam Dua Hari
-
HUT ke-131 Poso Sebagai Momentum Refleksi Pencapaian Pembangunan
-
KemenPPPA Resmikan Ruang Bersama Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.