Gaya Kelola Jogokariyan Tuai Inspirasi, Ekonomi Syariah Bisa Tumbuh dari Masjid

Sabtu, 28 Feb 2026, 14:50 WIB

YOGYAKARTA – Model pengelolaan Masjid Jogokariyan di Yogyakarta sering jadi bahan obrolan, bukan cuma karena kegiatan ibadahnya yang ramai, tapi juga karena cara masjid ini dikelola terasa hidup dan dekat dengan jamaah.

Masjid bukan sekadar tempat salat, tapi juga ruang kumpul, belajar, hingga tempat berbagi solusi untuk warga sekitar.

Ket. Foto: Warga antre untuk mendapatkan takjil di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta. — Sumber: ANTARA/ Andreas Fitri Atmoko.

Dari sisi keagamaan, aktivitasnya nyaris tak pernah sepi—kajian rutin, program Ramadan, hingga pembinaan anak muda berjalan terjadwal dan konsisten.

Di ranah sosial, masjid aktif membantu warga yang membutuhkan lewat berbagai program bantuan dan pemberdayaan.

Menariknya lagi, aspek ekonomi juga ikut disentuh, mulai dari dukungan untuk UMKM hingga pengelolaan dana umat yang transparan dan produktif.

Tak heran kalau model seperti ini mendapat banyak respons positif. Bagi banyak orang, Masjid Jogokariyan dinilai berhasil menunjukkan bahwa masjid bisa menjadi pusat peradaban kecil yang dampaknya terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Daerah Istimewa Yogyakarta menyebut model pengelolaan Masjid Jogokariyan yang dirintis almarhum Muhammad Jazir ASP menjadi inspirasi pengembangan ekonomi syariah berbasis komunitas.

"Almarhum membuktikan bahwa ekonomi syariah tidak hanya hidup dalam buku dan regulasi, tetapi dapat bertumbuh nyata di tengah masyarakat melalui masjid," kata Ketua Umum MES DIY Edy Suandi Hamid saat penganugerahan penghargaan kepada almarhum di Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Yogyakarta, Jumat (28/2).

Edy menuturkan salah satu warisan penting Ustadz Jazir adalah penerapan tata kelola keuangan masjid yang transparan dan amanah.

Laporan keuangan masjid, kata dia, disampaikan secara terbuka kepada jamaah sehingga mendorong tumbuhnya kepercayaan dan meningkatkan partisipasi umat.

Ia menambahkan, almarhum juga memperkenalkan prinsip pengelolaan dana infak agar tidak mengendap tanpa manfaat.

"Dana harus bergerak, berputar, dan memberdayakan umat. Dana infak harus kembali kepada jamaah dalam bentuk program nyata yang dibutuhkan umat," ucap Edy.

Dari prinsip tersebut, almarhum mengembangkan berbagai program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, antara lain ATM beras bagi warga kurang mampu.

Berikutnya, bazar dan pasar Ramadhan untuk menggerakkan UMKM jamaah, usaha katering komunitas, hingga pengembangan wakaf progresif.

Atas kontribusi tersebut, MES DIY menganugerahkan penghargaan kepada almarhum Muhammad Jazir ASP sebagai Sang Inovator dan Konseptor Manajemen Masjid.

"Penghargaan ini bukan sekadar simbol. Ini adalah pengakuan atas dedikasi, integritas, dan keberanian beliau dalam menghadirkan model ekonomi syariah yang membumi," kata dia.

Perwakilan keluarga almarhum, Haidar menyampaikan bahwa Ustadz Jazir kerap menyebut Masjid dan Kampung Jogokariyan sebagai laboratorium peradaban.

"Masjid Jogokaryan merupakan laboratorium peradaban, digunakan untuk menguji coba apakah nilai-nilai Islam bisa diamalkan seperti membangun perekonomian masjid," ujar Haidar.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Hermanto menyebut peran Masyarakat Ekonomi Syariah cukup sentral dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah nasional, mencakup industri syariah, keuangan syariah, dan literasi syariah.

Menurut dia, BI telah menyusun cetak biru pengembangan ekonomi syariah sebagai bagian dari penguatan ekonomi yang inklusif.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.