Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kamis Pagi, Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat, Lubang Buaya Terburuk

📅 Kamis, 02 Nov 2023, 08:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kamis Pagi, Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat, Lubang Buaya Terburuk Doc: jakarta.go.id
Ket. Polda Metro Jaya bersama Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengadakan uji emisi gratis di area Komplek Gelora Bung Karno, Rabu (27/09)

JAKARTA - DKI Jakarta menyebutkan kualitas udara pada Kamis (2/11) pagi hingga pukul 06.00 WIB masuk ke dalam kategori tidak sehat karena angka partikel halus (particulate matter/PM) 2,5 berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada pada interval 101-199.

Laman resmi Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, membeberkan lima wilayah, Lubang Buaya Jakarta Timur memiliki angka PM2,5 sebesar 112.

Angka itu memiliki penjelasan tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Sedangkan kategori baik yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika apabila PM2,5 memiliki interval 0-50.

Kemudian, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

ISPU di wilayah kota Jakarta lainnya terpantau sedang, yakni, Jagakarsa Jakarta Selatan (68), Kelapa Gading Jakarta Utara (84), Bundaran HI Jakarta Pusat (84), Kebun Jeruk Jakarta Barat (90).

Sementara itu, pada situs pemantauan IQ Air, Kamis, pukul 07.00 WIB, Jakarta, diklasifikasikan sebagai kota nomor 11 dengan pencemaran udara tertinggi di dunia dengan nilai 155, untuk nomor satu kota tercemar yakni Lahore,Pakistan (407); kedua Delhi, India (314); Ketiga Karachi, Pakistan (270); keempat Baghdad, Irak (259);dan kelima Hanoi, Vietnam (192).

Indeks Kualitas Udara (IKU) di Jakarta tinggi karena konsentrasi PM2.5 saat ini sudah 12,6 kali lebih tinggi dari nilai panduan kualitas udara Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/ WHO).

Data kualitas udara diperoleh berdasarkan pantauan di 20 stasiun pemantau, di antaranya berada di Layar Permai (PIK), Jalan Raya Perjuangan (Kebon Jeruk), dan Jimbaran (Ancol).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

30 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.