Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jepang Buang Limbah Nuklir Fukushima ke Laut Ketiga Kalinya

📅 Kamis, 02 Nov 2023, 13:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jepang Buang Limbah Nuklir Fukushima ke Laut Ketiga Kalinya Doc: AP/Eugene Hoshiko
Ket. Sejumlah orang melakukan aksi protes di pantai dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi di kota Namie, timur laut Jepang, 24 Agustus 2023.

TOKYO - Jepang mulai melepaskan air limbah PLTN Fukushima ke laut untuk gelombang ketiga pada Kamis (2/11). Sebuah proses yang membuat Tiongkok dan Rusia melarang makanan laut dari Jepang.

Tokyo Electric Power (TEPCO) mengatakan pihaknya mulai melepaskan 7.800 ton air yang digunakan untuk mendinginkan reaktor yang mengalami kehancuran setelah tsunami mematikan tahun 2011.

"(Pelepasan) ini diperkirakan selesai dalam waktu sekitar 17 hari," kata juru bicara TEPCO kepada AFP.

Sejak akhir Agustus, perusahaan tersebut secara bertahap membuang air limbah setara 540 kolam renang Olimpiade yang disimpan di lokasi pembangkit listrik Fukushima Daiichi.

Fasilitas tersebut kehabisan ruang untuk membangun lebih banyak tangki air, dan TEPCO perlu membersihkan area tersebut untuk melakukan tugas yang jauh lebih berbahaya yaitu menghilangkan bahan bakar radioaktif dan puing-puing dari tiga reaktor yang rusak.

Jepang berpendapat bahwa air yang dikeluarkan tidak berbahaya dan sangat encer dengan air laut. Air itu juga dilepaskan secara bertahap selama beberapa dekade.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan banyak negara maju berpihak pada Jepang.

Namun Tiongkok, kemudian Rusia, mengkritik pembuangan tersebut dan melarang semua impor makanan laut Jepang. Mereka mengatakan Jepang mencemari lingkungan.

Para ahli dari IAEA dan lembaga lainnya, termasuk dari Tiongkok, telah melakukan survei terhadap dampak lingkungan dari pelepasan tersebut, termasuk dengan mengambil sampel air dan ikan.

Larangan Tiongkok ini khususnya merugikan para nelayan kerang di wilayah utara Hokkaido, sekitar 500 km sebelah utara pabrik Fukushima, yang bergantung pada pabrik Tiongkok.

TEPCO dan perusahaan-perusahaan Jepang lainnya dibanjiri panggilan telepon dari Tiongkok setelah rilis awal. Namun kini jumlahnya dapat diabaikan, kata juru bicara TEPCO.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

24 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.