Olsera Percepat Revolusi Digital UKM
Rabu, 01 Nov 2023, 20:46 WIBJAKARTA - Sebagai upaya untuk terus memajukan sektor usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia, Foundry dan Olsera berkolaborasi melalui Foundry Mixer: Indonesian SME Digital Revolution. Kegiatan bertujuan memperkuat ekosistem dan mempererat hubungan antar pemangku kepentingan UKM, sekaligus mengedukasi terkait teknologi atau inovasi terkini yang dipercaya dapat mempercepat digitalisasi UKM.
Foundry merupakan sebuah platform ekosistem yang menghubungkan para pemimpin inovasi di Indonesia. Sementara itu Olsera adalahtech-enablerstartup yang menyediakan sistem manajemen bisnis All-in- One bagi para pelaku usaha di Indonesia.
Ketua Bidang UMKM Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ronald Walla yang hadir sebagai pembicara kunci mengatakan, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Kontribusinya mencapai 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan mempekerjakan lebih dari 97 persen angkatan kerja. Dari 65 juta bisnis UMKM, hanya sekitar 27 juta yang telah terdigitalisasi.
Maka dari itu, Apindo dengan berbagai program UMKM-nya (Apindo UMKM Merdeka, Apindo UMKM Academy dan program-program lainnya) percaya bahwa kolaborasi antara para stakeholders di sektor UKM, khususnya Olsera dan Foundry dapat mengakselerasi proses digitalisasi para UKM. Dengan bergandengan tangan, Apindo menyambut kolaborasi Foundry dan Olsera untuk berkontribusi lebih lanjut pada sektor UKM.
"Di Apindo, khususnya di program Apindo UMKM Merdeka, tugas kami adalah untuk menjahit pentahelix untuk stakeholders dari UKM yaitu akademisi, pemerintah, swasta, media, dunia usaha. Selain itu, Apindo UMKM Akademi juga terus berjalan, berkolaborasi di mana mahasiswa-mahasiswa universitas magang di UKM yang didampingi oleh praktisi dan dosen, jadi pentahelixnya berjalan," kata dia di Jakarta Jumat (27/10).
Khusus untuk UKM perlu mendapat akses ke teknologi dan pengetahuan. Dengan ditunjang program-program seperti kegiatan Foundry Mixer tersebut ia yakin dapat lebih terstruktur sehingga mampu UKM dapat aju dan berkontribusi dalam memberikan nilai tambah bagi masyarakat Indonesia.
Co-founder dan CEO Olsera, Novendy Chen menambahkan, kegiatan Foundry Mixer ini merupakan salah satu program kolaborasi guna mengedukasi para pelaku kepentingan UMKM. Melalui ekosistem Foundry dan program-program Olsera kedepannya, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional bisnis, dan memperluas jangkauan pasar para penggunanya.
"Melalui event ini, kami mengajak seluruh masyarakat khususnya pelaku bisnis UKM dan pemangku kepentingan terkait yang memiliki misi sama dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan UKM di Indonesia untuk berkolaborasi," ujar dia.
Berawal dari sistem POS, Olsera saat ini merupakan sistem manajemen bisnisend- to-endyang memudahkan UMKM untuk berjualan dioutletmaupun secara daring. Mereka dapat mengatur operasional, mencatat laba rugi dan neraca usaha, mendapatkan dukungan untuk dana usaha, hingga memenuhi kebutuhan bahan baku dan mendapatkan konsultasi bisnis.
Fitur utama yang ditawarkan oleh Olsera di antaranya Manajemen Inventaris & Rantai Pasokan, Sales & Marketing, Manajemen Karyawan, Toko Online, Multi-Online Monitoring Dashboard dan Loyalty Program. Fitur-fitur tersebut dihadirkan oleh Olsera untuk memaksimalkan efisiensi percepatan pertumbuhan UMKM Indonesia.
"Hingga saat ini, Olsera telah menjangkau lebih dari 500 kota di Indonesia, melayani lebih dari 20.000 merchant berbayar dan lebih dari 11.400 merek dari berbagai lini usaha," ungkap Novendy.
Co-founder dan Director, Foundry, Richie Wirjan, memaparkan Foundry menyadari betapa pentingnya digitalisasi bagi pertumbuhan UKM di Indonesia. Kolaborasi dengan Olsera bukan hanya merupakan kolaborasi bisnis, tetapi sebuah komitmen untuk menggerakkan roda ekonomi tanah air melalui perkembangan teknologi.
"Melalui acara ini, kami memberikan wadah bagi para pelaku usaha untuk memahami potensi digitalisasi dan memperoleh insight yang mereka butuhkan untuk berkembang dalam lingkungan digital yang kompetitif. Kami percaya bahwa inovasi dan kolaborasi adalah kunci membuka pintu peluang baru bagi UKM," tuturnya.
Foundry Mixer menghadirkan Innovation Showcase: Empowering Indonesian SMEs with Tech dengan Heinrich Vincent (Co-Founder & CEO, Bizhare), Joseph Eko (CCO, Olsera) dan Jayant Kumar (Founder & CEO, Selleri) yang menggali tentang landscape industri dan case studies dari para perusahaan terkait pengembangan UKM di industri terkait.
Sesi diskusi panel dengan tema Collaborative Efforts to Accelerate SME Success menampilkan Natalia Veronica (Division Head of Value Chain Assets & Product Development, BRI), Nilamsari Sahadewa (Founder, PT Sari Kreasi Boga TBK (RAFI), Novendy Chen (Co-Founder & CEO, Olsera), Donny Pramono (Head of Investment Division, HIPMI Culinary) dan Billy Boen (Founder & CEO, Young On Top). Mereka mendiskusikan mengenai upaya perusahaan terkait dalam meningkatkan kesuksesan para UKM di tanah air, terutama di bidang teknologi dan inovasi.
Selain itu, Yukka Harlanda (Founder & CEO, Brodo) dan Robertus Theodore (Co-Founder & CEO, Agrari.id), hadir di sesi Entrepreneur's Story. Mereka menceritakan tentang pengalaman mereka terjun ke dunia wirausaha, juga menjelaskan tantangan dan keberhasilan yang mereka hadapi dalam perjalanan mengembangkan bisnis mereka.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
UMKM Dibina untuk Makin Mandiri
-
Pemprov Kaltim Jamin Tak Ada PHK pada 11.881 PPPK, meski Ada Efisiensi
-
Film “Dilan ITB 1997” Rilis Teaser
-
Pertemuan G7 Akan Bahas Dampak Perang Timur Tengah
-
Netflix Konfirmasi Sekuel Film Serial "Peaky Blinders"
-
ASDP Ambon Operasikan Kapal 24 Jam pada H+7 Lebaran
-
Ramadan Berkah: UMKM Dodol Betawi di Bekasi Banjir Orderan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.