46 Calon PMI NTB Mengikuti Pelatihan Magang ke Jepang
Senin, 03 Agu 2026, 23:55 WIBMataram - Sebanyak 46 orang peserta calon pekerja migran Indonesia (PMI) dari kabupaten kota se-Nusa Tenggara Barat mengikuti pelatihan tahap 1 program pemagangan ke Jepang tahun 2026.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal berharap peserta magang yang mengikuti pelatihan dapat meningkatkan kemampuan baik fisik, keahlian, disiplin dan lebih utama progres dalam kemampuan berbahasa.
"Semua harus ada progres. Jangan berpuas diri, terus bekerja," ujarnya di BPSDM NTB di Mataram, Senin.
Menurut dia, Pemprov NTB mendorong program pemagangan ini, tidak hanya soal mencari kerja, mendapat gaji, kemudian balik pulang membawa gaji. Namun ia mengharapkan agar setelah pulang kampung penghasilan yang diterima diarahkan ke yang lebih produktif untuk membangun, karena keberlanjutan harus diikutkan dan ditaruh untuk waktu jangka panjang.
"Kalau keluarganya yang kemudian miskin ekstrem jadi tidak miskin. Yang miskin kemudian menjadi lebih baik, yang sudah baik keluarganya lebih diangkat lagi kesejahteraannya," ungkapnya.
Selain itu, Iqbal berharap agar para calon PMI harus bisa mengelola waktu dengan baik. Karena setiap sen rupiah yang didapatkan adalah alat untuk investasi masa depan, menginvestasikan setiap energi-nya, setiap hartanya untuk sesuatu yang jangka panjang dan bermanfaat.
"Jangan sampai uang sia-sia, jangan sampai uang habis lantaran gaya hidup," pesan Gubernur NTB.
Di sisi lain ia juga meminta para pekerja migran asal NTB membawa kultur kerjanya. Karena nilai yang paling mahal dari negara seperti Jepang terkenal dengan etos kerja yang tinggi dibarengi kedisiplinan tingkat tinggi.
"Setelah kembali pulang menjadi lebih disiplin dan selanjutnya menularkan kedisiplinan itu ke masyarakat yang ada di sekitar, lebih sopan santun dan menularkan sopan-sampun itu ke masyarakat yang ada di sekitar," tegas Iqbal.
Ia mengajak para calon PMI untuk melakukan pengembangan pada literasi keuangan mereka masing masing, agar uang yang dihasilkan terkelola dengan baik. Untuk itu ia menyarankan agar para peserta magang untuk memikirkan skema pembiayaan menggunakan KUR PMI yang sudah tersedia di bank milik daerah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi NTB, Aidy Furqan mengatakan pelatihan ini untuk persiapkan bagi peserta program pemagangan ke Jepang agar memiliki kemampuan dasar bahasa Jepang, memahami budaya dan etika kerja Jepang, mengenal jenis pekerjaan, memiliki keterangan fisik, kompetensi, mental, disiplin, serta etos kerja yang baik sebagai pekerja.
"Dalam perlaksanaan kegiatan tahap satu ini, terdapat beberapa tahapan evaluasi, evaluasi bahasa dan dua tahap evaluasi fisik dan kompetensi yang berpotensi untuk peserta," ujarnya.
Ia mengatakan total yang mengikuti pelatihan program magang Jepang ini sebanyak 46 orang dari total 242 yang mengikuti seleksi pendaftaran.
"Para peserta magang ini akan mengikuti pelatihan selama dua bulan sebelum diberangkatkan lanjutan di pelatihan nasional di Kemenaker RI di Jakarta," ujarnya.
Menurut dia, para peserta magang ini setelah melalui proses pelatihan lanjutan di Jakarta, dijadwalkan berangkat ke Jepang pada 2027 dengan kontrak magang selama tiga tahun.
"Kalau memenuhi progres bagus maka bisa diperpanjang dua tahun sehingga kontrak mereka bisa lima tahun," ungkapnya.
Lebih lanjut Aidy, jumlah generasi muda NTB yang telah mengikuti pelatihan magang ke Jepang sejak angkatan pertama hingga ke 10 tahun 2026 di atas 2.000 orang. Mereka yang magang ke Jepang ini diterima diberbagai pekerja mulai kesehatan, pertanian, permesinan, dan lain-lain.
"Sekarang aja ada 46 orang. Ini belum lagi nanti dari Kemendes PDT yang sedang kita tunggu regulasi-nya seperti apa," katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tak Hanya Bisnis, Pegadaian Perkuat Akses Kesehatan Anak Lewat Khitanan Massal
-
Perbaikan Ratusan Ruang Kelas yang Rusak Secara Bertahap
-
Pertama dalam Sejarah, Indonesia-Kanada Sepakati Kerja Sama Pengiriman PMI Tenaga Medis
-
Operasi Keselamatan Agung, Polda Bali Utamakan Tindak lewat ETLE
-
Bebani Pekerja Migran, Kemen P2MI Minta BI Benahi Remitansi Pekerja Migran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.