Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sektor Keuangan Stabil Hadapi Ketidakpastian Global

📅 Selasa, 31 Okt 2023, 06:40 WIB | Oleh:
Sektor Keuangan Stabil Hadapi Ketidakpastian Global Doc: istimewa

JAKARTA - Sektor jasa keuangan Indonesia dinilai mampu menghadapi berbagai gejolak yang sedang terjadi di tingkat global, salah satunya kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lama atau higher for longer. Hal itu karena didukung permodalan relatif tinggi.

"Sektor jasa keuangan terjaga stabil dalam menghadapi peningkatan ketidakpastian global, yang ditunjukkan oleh terjangan gaya permodalan yang kuat, kondisi likuiditas yang memadai dan profil risiko yang terjaga," ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Oktober 2023 di Jakarta, Senin (31/10).

Selain itu, lanjutnya, sektor jasa keuangan nasional telah mampu menghadapi meningkatnya tensi geopolitik di tingkat global, salah satunya konflik yang sedang terjadi di Timur Tengah antara Israel vs Hamas. "Risiko geopolitik global semakin meningkat seiring konflik di Gaza antara Israel dan Hamas yang berpotensi mengganggu ekonomi dunia secara signifikan, terutama jika terjadi eskalasi di Timur Tengah yang lebih luas," ujar Mahendra.

Mahendra menjelaskan membaiknya pasar tenaga kerja dan inflasi yang tetap persisten tinggi di Amerika Serikat (AS), telah mendorong meningkatnya aksi jual (share off) pasar obligasi di salah satu negara ekonomi terkuat dunia tersebut. Kemudian, kenaikan imbal hasil obligasi AS (yield US Treasury) telah meningkatkan capital outflow atau keluarnya modal dari pasar negara berkembang (emerging market) termasuk Indonesia, serta mendorong pelemahan pada nilai tukar dan pasar obligasi yang cukup signifikan.

"Volatilitas di pasar keuangan, baik saham, obligasi dan nilai tukar dalam tren yang meningkat" ujar Mahendra.

Perbankan Solid

Pada kesempatan sama, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan sektor perbankan tetap solid ditopang dengan permodalan tinggi dalam menghadapi tekanan suku bunga global tinggi untuk waktu yang lebih lama. "Di tengah tingkat suku bunga AS yang tinggi dan keyakinan akan berlangsung lebih lama dari perkiraan semula, industri perbankan Indonesia tetap solid dan resilien dengan ditopang tingkat permodalan (capital adequacy ratio) yang tinggi sebesar 27,41 persen," kata Dian.

Dian menuturkan tingkat permodalan perbankan di Indonesia yang sebesar 27,41 persen per September 2023 secara year on year (yoy) tersebut jauh di atas rata-rata capital adequacy ratio (CAR) negara lain yang berada di bawah 20 persen.

Selanjutnya, dia menuturkan kinerja intermediasi perbankan tetap terjaga dengan pertumbuhan kredit per September 2023 tercatat sebesar 8,96 persen yoy, namun turun dibandingkan Agustus 2023 yang sebesar 9,06 persen yoy menjadi sebesar 6.837 triliun rupiah dengan pertumbuhan tertinggi pada kredit investasi sebesar 11,19 persen yoy.

Meski demikian, Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menilai bahwa pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi meningkatkan risiko kredit pinjaman dalam valuta asing (valas). "Pelemahan rupiah memang berpotensi meningkatkan risiko kredit pada debitur dengan pinjaman dalam valuta asing, karena secara ekuivalen rupiah, nilai kewajiban debitur menjadi semakin besar," kata Darmawan dalam konferensi pers Paparan Kinerja Kuartal III-2023 Bank Mandiri di Jakarta, awal pekan ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.