Hilirisasi Dukung Resiliensi Rantai Pasok Global
Senin, 30 Okt 2023, 07:00 WIBJAKARTA - Pemerintah memastikan hilirisasi menjadi salah satu upaya untuk menciptakan rantai pasok global yang resilien. Hilirisasi tidak hanya bermanfaat dalam menciptakan nilai tambah, tetapi juga dalam mendorong desentralisasi dan mendiversifikasi sistem rantai pasok global.
Sementara itu, hilirisasi industri merupakan salah satu dari sejumlah aspek kunci yang dibutuhkan negara berkembang untuk melakukan lompatan ekonomi. "Jalan menuju resiliensi terletak pada desentralisasi dan diversifikasi rantai pasok global. Hal ini dapat dicapai dengan melibatkan lebih banyak negara dan pemangku kepentingan," ujar Zulkifli Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan dalam Outreach Session Pertemuan Para Menteri Perdagangan G7 di Osaka, Jepang, Sabtu (28/10), dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (30/10).
Lebih lanjut, hilirisasi berperan sebagai instrumen penting untuk menghasilkan nilai tambah. Pada saat yang sama, hilirisasi mendorong diversifikasi sistem rantai pasok global.
Selain itu, Zulkifli mengatakan, perspektif kerja sama kelompok negara 'Global North' dan 'Global South' perlu didefinisikan kembali dengan didasarkan pada kemitraan yang saling menguntungkan, tanpa diskriminasi, dan tanpa standar ganda.
"Saya percaya kolaborasi merupakan kunci dalam mengatasi seluruh tantangan global, kelompok negara Global North dan Global South dapat bekerja sama secara konstruktif dalam upaya ini," kata Zulkifli.
Zulkifli mengatakan, dalam tiga tahun terakhir, kekurangan dan kebuntuan pasokan telah memperlihatkan kerentanan dalam sistem pengelolaan rantai pasok. Kondisi ini, diiringi dengan konflik geopolitik, telah meningkatkan fenomena fragmentasi perdagangan yang mendorong pada tindakan unilateralisme.
Upaya Inklusif
Lebih lanjut, kerja sama membangun rantai pasok merupakan upaya inklusif. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor publik dan swasta, dalam inovasi dan kolaborasi menjadi hal yang penting.
Dia menekankan, sektor swasta perlu secara aktif memanfaatkan berbagai peluang untuk tumbuh termasuk dengan menjalin kemitraan yang kuat dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Saya yakin, kita membutuhkan dukungan yang kuat dari sektor swasta untuk memitigasi risiko dan akibat fragmentasi rantai pasok global," katanya.
Dalam Outreach Session tersebut, Zulkifli juga menyampaikan inisiatif Asean yang mengambil langkah lebih jauh dan menargetkan diri menjadi pusat pertumbuhan global. Hal ini menandai kesuksesan Asean di bawah Keketuaan Indonesia tahun ini yang merefleksikan aspirasi seluruh anggota.
"Asean muncul sebagai mesin pertumbuhan global dengan perekonomiannya yang beragam namun saling melengkapi, menjadikannya menarik bagi bisnis global untuk memindahkan basis produksi mereka," ujar Zulkifli.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Perum Bulog: Stok Beras Tembus 5 Juta Ton
-
Ongkir Ditanggung Negara, Bapanas Banjiri Indonesia Timur dengan Bahan Pokok
-
Literasi Keliling Berbasis Energi Hijau Hadir di Kota Kediri
-
Mulai 8 Juni Wajib Punya NIB! Mendag: Pedagang Online Tanpa Legalitas Bakal Ditolak Platform
-
Anggota DPR RI Andar Amin Harahap Pimpin IKA SMAN 2 Padangsidimpuan
-
Pasar Latin Nggak Bisa Diabaikan Lagi: Cili Buktiin Dagang RI Naik 12% Pasca CEPA
-
Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.