Perkuat Kolaborasi untuk Cegah Penyakit Zoonosis
📅 Kamis, 26 Okt 2023, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Pemda DIY
Yogyakarta - Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta Beny Suharsono menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor bersama masyarakat untuk mencegah penularan berbagai penyakit zoonosis.
Saat Rakor Tim Koordinasi Daerah Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Infeksius Baru DIY di Yogyakarta, Rabu, ia mengatakan kasus antraks yang pernah terjadi di Kabupaten Gunungkidul menjadi pengingat pentingnya kolaborasi itu.
"Kemarin di Gunungkidul terjadi kasus antraks, yang telah merenggut korban jiwa dan puluhan warga menjadi suspek antraks. Kejadian ini menjadi peringatan bagi kita semua akan pentingnya pencegahan dan pengendalian zoonosis," kata dia.
Dia menjelaskan munculnya wabah zoonosis atau penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya disebabkan oleh tekanan populasi, deforestasi, intensifikasi pertanian, perdagangan global hewan liar, serta konsumsi daging secara berlebihan.
Dalam rakor bersama Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) itu, Beny menekankan pencegahan dan penanggulangan wabah zoonosis memerlukan penguatan koordinasi struktural antara pusat dan daerah, serta kolaborasi berbagai pihak.
Menghadapi kompleksitas zoonosis, kata dia, dibutuhkan pendekatan terintegrasi pada hubungan antara manusia, hewan, peternakan, satwa liar, dan lingkungan sosial serta ekologinya.
Oleh karena itu, ia menyambut baik kerja sama DIY dengan AIHSP dalam pencegahan dan pengendalian zoonosis dan penyakit infeksius baru.
Sejak 28 September 2021, DIY telah menetapkan program AIHSP melalui Keputusan Gubernur Nomor 227/TIM/2021 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan AIHSP DIY.
Ia berharap, rakor bersama AIHSP mampu mengidentifikasi sumber penganggaran kegiatan dan mendiskusikan skema keberlanjutan untuk Tim Koordinasi Daerah Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Infeksius Baru DIY.
Koordinator AISHP Wilayah DIY Novia Purnamasari mengatakan interaksi antara hewan dan manusia dapat menimbulkan masalah kesehatan zoonosis, baik yang bersifat emerging maupun re-emerging.
AIHSP DIY telah memilih Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Kulon Progo sebagai kabupaten area kerja untuk mencegah zoonosis.
"Kasus antraks yang sempat terjadi di Gunungkidul beberapa waktu menjadi alasan mengapa kami memilih kabupaten tersebut," ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!