Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penyaluran Kredit Bank DKI di Kuartal III-2023 Capai Rp50 Triliun

📅 Kamis, 26 Okt 2023, 08:10 WIB | Oleh:
Penyaluran Kredit Bank DKI di Kuartal III-2023 Capai Rp50 Triliun Doc: Istimewa
Ket. Kinerja Bank DKI Q3-2023

JAKARTA- Bank DKI pada kuartal III-2023 kembali mencatatkan pertumbuhan kinerja positif dengan mencatat penyaluran kredit 49,96 triliun rupiah atau tumbuh 6,90 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy) sebesar 46,73 triliun rupiah.

Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI, Romy Wijayanto melalui keterangan resmi pada Selasa (24/10) menyampaikan, pertumbuhan kredit dan pembiayaan sejalan dengan strategi bisnis yang konsisten pada segmen potensial, dengan fokus utama peningkatan portofolio pada segmen UMKM yang selaras dengan visi dan misi Perseroan.

Pertumbuhan kredit utamanya didorong dari segmen ritel yang tumbuh sebesar 68,66 persen menjadi 1,66 triliun rupiah dibanding sebelumnya 986,30 miliar rupiah. Kredit mikro juga menunjukkan kinerja yang baik dengan pertumbuhan sebesar 42,86 persen menjadi 3,27 triliun rupiah dari posisi sebelumnya 2,29 triliun rupiah.

Pertumbuhan segmen mikro dan ritel tersebut, telah mendorong peningkatan rasio kredit UMKM Bank DKI per September 2023 menjadi sebesar 9,87 persen dari sebelumnya tercatat sebesar 7,00 persen pada September 2022. Selain itu, kredit konsumer mencatat pertumbuhan positif atau sebesar 13,64 persen menjadi 21,58 triliun rupiah dibanding posisi sebelumnya 18,99 triliun rupiah.

Menurut Romy, strategi penyaluran kredit dengan skala lebih besar dilakukan secara selektif oleh Bank DKI, seperti kredit sindikasi yang tumbuh 10,91 persen menjadi 6,53 triliun rupiah pada September 2023, dari posisi 5,89 triliun rupiah pada September 2022. Penyaluran segmen kredit komersial (termasuk term loan) tercatat sebesar 15,54 triliun rupiah, sedangkan kredit menengah tercapai sebesar 1,37 triliun rupiah.

Secara spesifik, pembiayaan untuk segmen syariah juga tumbuh 6,22 persen menjadi sebesar 7,70 triliun rupiah pada September 2023, dari sebelumnya 7,24 triliun rupiah di September 2022.

Dalam strategi ekspansi kredit, Perseroan tetap memprioritaskan pengelolaan risiko secara efektif dan pengawasan secara ketat untuk memastikan kualitas aset yang optimal. Rasio Non Performing Loan (NPL) Gross terjaga pada level rendah 1,83 persen dengan NPL Net sebesar 0,64 persen pada September 2023, yang menandakan kualitas kredit Bank DKI yang sehat.

Bank DKI juga membentuk pencadangan yang memadai dengan Coverage Ratio pada level konservatif mencapai 219,96 persen pada September 2023.

"Upaya pengendalian kualitas kredit juga dilakukan melalui penagihan, restrukturisasi, maupun upaya penyelamatan kredit sesuai ketentuan yang berlaku." papar Romy.

Jaga Likuiditas

Sebagai upaya menjaga pertumbuhan likuiditas yang sehat, Bank DKI berhasil menghimpun pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 63,66 triliun rupiah pada September 2023, atau tumbuh sebesar 4,45 persen dari sebelumnya 60,94 triliun rupiah di September 2022. Selaras dengan pertumbuhan DPK tersebut, Loan to Deposit Ratio (LDR) juga terjaga pada level 78,49 persen pada September 2023. Berbagai pertumbuhan bisnis tersebut mendorong pertumbuhan total aset sebesar 3,99 persen dari semula sebesar 75,24 triliun rupiah per September 2022, menjadi sebesar 78,24 triliun rupiah per September 2023.

Bank DKI kata Romy mampu membukukan laba bersih sebesar 693,27 miliar rupiah. Laba bersih yang dicapai ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga Bank DKI periode September 2023 sebesar 20,02 persen menjadi 3,97 triliun rupiah, dari 3,31 triliun rupiah di periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun demikian, seiring dengan meningkatnya suku bunga The Fed dan BI 7-Day Repo Rate turut mempengaruhi peningkatan beban bunga Bank DKI yang tercatat sebesar 1,88 triliun rupiah pada September 2023, dari sebelumnya 1,11 triliun rupiah di September 2022.

Adapun kinerja rasio kinerja keuangan penting lainnya juga menunjukkan perbaikan secara konsisten dan terjaga, dengan ROE sebesar 9,44 persen, ROA menjadi 1,51 persen dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) stabil pada level 79,53 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.