Studi Ungkap Kesepian Tingkatkan Risiko Penyakit Parkinson
Minggu, 22 Okt 2023, 12:05 WIBKurangnya hubungan sosial dapat menyebabkan pilihan gaya hidup yang tidak sehat, penurunan daya ingat dan depresi. Terlepas dari dampaknya terhadap kesehatan mental, sebuah studi baru mengungkapkan bahwa kesepian dapat meningkatkan risiko penyakit parkinson.
Menurut studi terbaru yang diterbitkan dalam Jama Network, kesepian atau kurangnya hubungan sosial yang berarti atau rasa memiliki, dapat meningkatkan kemungkinan diagnosis Parkinson sebesar 37 persen. Namun, bukan berarti kesepian menyebabkan Parkinson.
"Kami menunjukkan bahwa ada hubungan antara kesepian dan perkembangan penyakit Parkinson, bukan berarti kesepian menyebabkan penyakit Parkinson," kata peneliti senior Angelina Sutin, dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Florida di Tallahassee, dikutip dari Medical Daily, Minggu (15/10).
"Penelitian ini menambah bukti tentang hasil buruk yang terkait dengan kesepian, khususnya penyakit neurodegeneratif. Kesepian telah dikaitkan dengan penyakit Alzheimer dan jenis demensia lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa kesepian juga merupakan faktor risiko penyakit Parkinson," tambahnya.
Para peneliti mempelajari data dari 491.603 orang dewasa dari U.K. Biobank, sebuah registri kesehatan yang besar dari penduduk Inggris. Para peserta, yang berusia antara 38 dan 73 tahun, tidak menderita Parkinson pada awal penelitian.
Mereka pertama kali dinilai dari tahun 2006 hingga 2010 dan kemudian ditindaklanjuti hingga tahun 2021. Ketika para peserta diminta untuk menjawab "Apakah Anda sering merasa kesepian?", 18,51% menjawab positif terhadap perasaan kesepian.
Setelah masa tindak lanjut rata-rata 15,58 tahun, terdapat 2.822 kasus diagnosis parkinson, 549 di antaranya melaporkan merasa kesepian. Secara keseluruhan, individu yang melaporkan kesepian memiliki kemungkinan 1,37 kali lebih besar untuk mengalami parkinson.
Meskipun para peneliti memperkirakan adanya peningkatan risiko Parkinson selama lima tahun pertama kesepian, penelitian ini menunjukkan adanya kaitan dalam 10 tahun ke depan.
Mereka yang menerima diagnosis parkinson lebih cenderung pria yang lebih tua, mereka yang merokok dan memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi, diabetes, tekanan darah, serangan jantung atau stroke. Mereka juga lebih rentan terhadap kecemasan atau depresi dan memiliki skor risiko poligenetik yang lebih tinggi untuk Parkinson, yang mengukur kecenderungan genetik mereka untuk mengembangkan kondisi tersebut.
Setelah menyesuaikan variabel-variabel ini, para peneliti masih menemukan hubungan antara kesepian dan Parkinson, yang menunjukkan risiko 25 persenlebih besar di antara orang-orang yang melaporkan perasaan kesepian.
Berita Terkait:
-
Wajib Tahu! Kurang Tidur di Usia 40-an dan 50-an Bisa Meningkatkan Risiko Alzheimer di Kemudian Hari
-
Seorang Jamaah Haji Asal Lebak Wafat di Makkah Saat Hendak Berwudhu
-
Perut Anda Buncit? Jalan Kaki 10 Menit Sehabis Makan Solusinya!
-
Puluhan Warga Terjaring Razia Busana Ketat di Aceh Barat
-
Yura Yunita Hadirkan Series “Main ke Rumah”
-
Apa Itu "Tai Chi Walking", Apa Manfaatnya Bagi Tubuh?
-
OpenAI Rilis Fitur Health di ChatGPT, Terhubung ke Apple Health dan Rekam Medis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.