Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gerak Cepat, Pemkot Jakbar Gelar Rembug Stunting Guna Satukan Komitmen Kerja

📅 Jumat, 20 Okt 2023, 00:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Pemkot Jakbar Gelar Rembug Stunting Guna Satukan Komitmen Kerja Doc: Antara/Risky Syukur
Ket. Ilustrasi-Anak-anak bermain dalam acara "Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan" (GEMARIKAN) di RPTRA Kalijodo, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (14/9/2023).

Jakarta - Gerak cepat, Pemerintah Kota Jakarta Barat menggelar 'rembug stunting' untuk menyatukan komitmen kerja dalam rangka penurunan kasus stunting di wilayah tersebut.

"Kegiatan rembug ini merupakan rangkaian kegiatan dalam pembangunan komitmen dari seluruh sektor dan UKPD (Unit Kerja Perangkat Daerah) untuk penurunan stunting," ucap Wakil Wali Kota Jakarta BaratHendra Hidayat di Jakarta Barat pada Kamis.

Lebih lanjut, Hendra menyebut ada dua penyebab utama terjadinya stunting, yaitu penyebab langsung dan penyebab tidak langsung.

Penyebab langsung, kata Hendra, meliputi asupan makan yang kurang dan penyakit infeksi. Sementara penyebab tidak langsung terjadi karena beberapa faktor seperti pendidikan yang kurang, pola asuh yang kurang tepat, akses sanitasi yang kurang layak, lingkungan, akses air minum, dan sebagainya.

"Sehingga intervensi yang dilakukan juga harus meliputi dua hal yaitu intervensi spesifik, meliputi bidang kesehatan dan intervensi sensitifyang berkenaan dengan upaya perbaikan di luar kesehatan," imbuh Hendra.

Hendra menuturkan, seluruh pihak terkait perlu mengetahui bahwa intervensi sensitif menyumbang 70 persen keberhasilan penurunan stunting.

"Nah, dengan kerja sama dari berbagai pihak, prevalensi stunting di Jakarta Barat telah menurun dari 17,8 persen pada tahun 2021 menjadi 15,2 persen pada tahun 2022 berdasarkan data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI)," ucap dia.

Lebih jauh, Hendra menyebutkan setelah kegiatan rembuk stunting tingkat kota maka harus dilaksanakan pula rembuk stunting di delapan Kecamatan dan 56 Kelurahan di Jakarta Barat.

"Seluruh hasil kegiatan rembuk stunting harus dilaporkan ke sekretariat tingkat kota. Serta perencanaan kegiatan yang sudah disusun agar dilaksanakan dengan optimal," imbuhnya.

Secara terpisah, Ketua Subkelompok Kesehatan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Jakarta Barat, Endang Tri Rahayu mengaku belum memiliki data angka prevalensi stunting Jakarta Barat untuk tahun 2023.

Hal itu lantaran survei untuk tahun ini baru mulai dilaksanakan di Agustus dan masih berlangsung sampai sekarang.

"Namun, dilihat dari jumlah lokus stunting, jumlah lokus stunting di Jakarta Barat dari tahun 2021- 2023 mengalami penurunan, yaitu 11 lokus (2021), sembilan lokus (2022) dan delapan lokus (2023)," kata Endang.

Selain itu, kalau dilihat dari tahun lalu, angka prevalensi stunting Jakarta Barat menurun dari 17,8 persen pada 2021 menjadi 15,2 persen pada 2022.

"Itu berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI)," kata Endang.

Dengan demikian, kata Endang, Pemerintah Kota Jakarta Barat (Jakbar) optimis mampu mencapai prevalensi maksimal 14 persen di tahun 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

50 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.