Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Umur Panjang Ditentukan dari Kadar Biomarker dalam Darah

📅 Selasa, 17 Okt 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Hasil Temuan

Temuan Modig dan tim secara keseluruhan menerangkan mereka yang berhasil mencapai ulang tahun keseratus cenderung memiliki kadar kreatinin dan asam urat yang lebih rendah sejak usia enam puluhan. Kreatinin adalah zat limbah dalam darah yang diproduksi oleh jaringan otot saat Anda bergerak atau beraktivitas.

Meskipun nilai median atau nilai tengah tidak berbeda secara signifikan antara orang yang berumur seratus tahun dan orang yang tidak berumur seratus tahun untuk sebagian besar biomarker, orang yang berumur seratus tahun jarang menunjukkan nilai yang sangat tinggi atau rendah.

Bagi sebagian besar biomarker, baik orang berusia seratus tahun maupun non-seratus tahun memiliki nilai di luar kisaran yang dianggap normal dalam pedoman klinis. Hal ini mungkin karena pedoman ini ditetapkan berdasarkan populasi yang lebih muda dan lebih sehat.

Saat menelusuri biomarker mana yang dikaitkan dengan kemungkinan mencapai usia 100, para peneliti menemukan, semua kecuali dua (Alat dan albumin) dari 12 biomarker menunjukkan adanya hubungan dengan kemungkinan mencapai usia 100. Hal ini bahkan setelah memperhitungkan beban usia, jenis kelamin, dan penyakit.

Orang-orang yang berada pada kelompok yang terendah dari lima kelompok dalam hal kadar kolesterol total dan zat besi memiliki peluang lebih rendah untuk mencapai usia 100 tahun dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar kolesterol total dan zat besi yang lebih tinggi. Sementara itu, orang dengan kadar kreatinin, asam urat, dan penanda fungsi hati yang lebih tinggi juga menurunkan peluang menjadi orang berusia seratus tahun.

Secara absolut, perbedaannya agak kecil untuk beberapa biomarker, sedangkan untuk biomarker lainnya perbedaannya cukup besar. Untuk asam urat, misalnya, perbedaan absolutnya adalah 2,5 poin persentase. Artinya, orang-orang pada kelompok dengan kadar asam urat terendah memiliki peluang sebesar 4 persen untuk mencapai usia 100 tahun, sedangkan pada kelompok dengan kadar asam urat tertinggi hanya 1,5 persen yang berhasil mencapai usia 100 tahun.

"Meskipun perbedaan yang kami temukan secara keseluruhan agak kecil, hal ini menunjukkan adanya hubungan potensial antara kesehatan metabolisme, nutrisi, dan umur panjang yang luar biasa. Namun penelitian ini tidak memberikan kesimpulan apa pun tentang faktor gaya hidup atau gen mana yang bertanggung jawab atas nilai biomarker tersebut," tutur Modig.

Modig menambahkan, faktor-faktor seperti nutrisi dan asupan alkohol berperan terhadap umur seseorang. Melacak nilai-nilai ginjal dan hati, serta asam urat seiring bertambahnya usia, mungkin bukan ide yang buruk.

Meskipun demikian, kebetulan pada suatu saat mungkin berperan dalam mencapai usia yang luar biasa. Namun fakta bahwa perbedaan biomarker dapat diamati jauh sebelum kematian menunjukkan bahwa gen dan gaya hidup juga mungkin berperan. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.