• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Pangeran 'Count Dracula' d...

Pangeran 'Count Dracula' dapat Mengeluarkan Air Mata Darah

Senin, 16 Okt 2023, 15:30 WIB

Penguasa kejam Rumania abad ke-13 yang menjadi inspirasi bagi karakter fiksi Count Dracula, Vlad the Impaler, telah menjadi subjek penelitian kimia baru. Hasil analisis terhadap tiga surat yang ditulisnya telah membuat para ilmuwan berspekulasi bahwa dia mungkin menderita kondisi langka yang membuatnya menangis darah.

Dilansir oleh Artnet News, sosok yang juga dikenal sebagai Vlad III, pemimpin militer yang menakutkan ini memerintah wilayah bersejarah Wallachia dan dikenal karena menghukum mati korban malang dengan cara ditusuk di tiang.

Ket. Foto: Gambar Vlad the Impaler (1431-1476), dari lukisan di Castle Ambras di Tyrol dan surat dari Vlad the Impaler diuji oleh para peneliti (insert). Dengan menggunakan teknologi spektrometri massa, para ilmuwan dapat mengetahui informasi yang semakin mendalam tentang tokoh-tokoh terkenal di masa lalu. — Sumber: Istimewa

"Dia tidak terlalu tinggi, tapi sangat kekar dan kuat, dengan penampilan yang kejam dan mengerikan, hidung lurus panjang, lubang hidung buncit, wajah kurus dan kemerahan dengan mata hijau besar terbuka lebar dibingkai oleh alis hitam lebat, yang mana membuat mereka tampak mengancam," demikianlah gambaran sang pangeran, kata utusan kepausan abad ke-15, Nicholas dari Modrussy.

Sebuah proyek penelitian Universitas Catania, baru-baru ini bertujuan untuk mempelajari lebih lanjut tentang tokoh di balik teror ini dengan menganalisis surat-surat pribadinya dengan analisis spektrometri massa. Teknik canggih ini digunakan untuk menghilangkan sampel protein dan peptida dari permukaan surat.

Pengujian lebih lanjut dilakukan pada semua molekul yang dianggap berasal dari manusia, meskipun para peneliti mengakui bahwa mereka tidak dapat sepenuhnya yakin bahwa molekul tersebut ditinggalkan oleh Vlad III sendiri.

Wawasan utama yang diperoleh dari bukti baru ini adalah bahwa sang pangeran kemungkinan besar menderita berbagai penyakit medis.

"Tampaknya ia menderita infeksi saluran pernafasan, namun yang lebih mengejutkan, satu surat dari tahun 1475 M juga ditutupi dengan protein yang berhubungan dengan retina yang mengindikasikan bahwa Vlad III mungkin telah meneteskan air mata yang sebagian terdiri dari darah," bunyi laporan para peneliti.

Kondisi ini, yang disebut hemolacria, biasanya disebabkan oleh infeksi seperti konjungtivitis bakteri atau cedera atau kerusakan lingkungan lainnya.

Surat itu ditulis hanya satu atau dua tahun sebelum kematian Vlad III, sekitar tahun 1476 atau 1477.

"Data tersebut tidak dapat dianggap lengkap namun ia mungkin menderita karena penyakitnya, setidaknya pada tahun-tahun terakhir hidupnya," pungkasnya.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.