Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Heru Budi: Kritik untuk Perbaikan Kinerja

📅 Senin, 16 Okt 2023, 05:25 WIB | Oleh:
Heru Budi: Kritik untuk Perbaikan Kinerja Doc: ANTARA/Muhammad Harianto
Ket. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (15/10/2023).

JAKARTA - Tak terasa usia penjabatan Heru Budi Hartono untuk Jakarta sudah mencapai satu tahun. Banyak kritik disampaikan kepadanya. Namun, dia menganggapnya sebagai bahan perbaikan kinerja. "Kritikan ataskinerja selama satu tahun memimpin Jakarta merupakan saran positif untuk membangun Ibu Kota agar lebih baik lagi," ujar Heru, Minggu (15/10).

Menurutnya, kalau ada orang yang mengkritik berarti memperhatikan. Orang tersebut dianggap membantunya untuk membangun Jakarta. Heru menyebut, selama menjabat sebagai PJ Gubernur Jakarta, ditugaskan untuk menyelesaikan masalah banjir, tata ruang, dan kemacetan. Namun, terkait kemacetan Jakarta belum maksimal hasilnya karena setiap tahun pertumbuhan kendaraan di Ibu Kota cukup tinggi.

"Penyelesaian macet tidak bisa hanya dilakukan Pemerintah Provinsi Jakarta. Pemerintah pusat sudah berbuat, Pemda sudah berbuat, tapi memang masih macaet," jelas Heru. Kemudian, Heru menyerahkan kepada Menteri Dalam Negeri soal lanjut atau tidaknya menjadi Pj Gubernur.

"Tergantung pada perintah Mendagri. Kalau diperpanjang, ya kami jalankan tanggung jawab tersebut. Kalau tidak, ya kembali sebagai Kepala Sekretariat Presiden," ujar Heru. Pemprov Jakarta terus melakukan berbagai upaya penanganan kemacetan tetapi belum maksimal.

Langkah-langkah yang telah diambil seperti penyesuaian ulang siklus lampu lalu lintas untuk menurunkan panjang antrean dan waktu tunda lalu lintas. Kemudian, penataan parkir di ruas jalan, serta memprioritaskan hak pejalan kaki dan sepeda.

Lebih jauh Heru mengatakan, juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat ataupun pemangku kepentingan terkait untuk pengintegrasian moda transportasi Jakarta. "Harapannya langkah tersebut dapat mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik," katanya.

Pemprov Jakarta memberi subsidi transportasi umum 4,3 triliun per tahun. Rinciannya, 800 miliar untuk Moda Raya Terpadu (MRT) dan 3,5 triliun untuk Transportasi Jakarta (TransJakarta). Hal ini untuk memudahkan mobilitas masyarakat dan mengoptimalkan penggunaan angkutan massal.

Heru juga menyebutkan kenyamanan pengguna transportasi bagi warga Jabodetabek menjadi prioritas utama dalam membangun sistem transportasi terintegrasi. Untuk itu, Pemprov Jakarta memberikan subsidi pembiayaan dengan bersinergi bersama pemerintah pusat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.