Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasto Dorong Optimalisasi Pengasuhan Bayi yang Benar

📅 Jumat, 13 Okt 2023, 06:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hasto Dorong Optimalisasi Pengasuhan Bayi yang Benar Doc: bkkbn.go.id

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus mendorong optimalisasi pengasuhan bayi yang benar pada masa 6 bulan awal kehidupan melalui Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKB HI), wadah penting pada periode kritis dalam siklus kehidupan manusia.

"Apabila pada masa tersebut anak tidak mendapatkan pengasuhan dengan baik, maka akan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan (di masa depan)," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (11/10).

Dalam keseluruhan siklus hidup manusia, Hasto mengatakan usia 6 bulan pertama merupakan periode kritis bagi perkembangan otak atau lebih dikenal dengan periode emas. Periode ini, sambungnya, harus dioptimalkan dengan menjaga kesehatan, status gizi anak, memberikan stimulasi yang mencukupi dan menyediakan lingkungan yang mendukung.

"Siapa yang mengajari sebanyak dua juta lebih sedikit keluarga yang punya bayi usia kurang dari 6 bulan? apakah semua bisa datang ke Puskesmas hanya untuk diajari? Biasanya hanya datang untuk berobat, jarang sekali khusus konseling untuk ASI eksklusif. Nah, BKB HI sebetulnya menjadi jawabannya," ujar Hasto.

Karena itu, Hasto mengatakan kader BKB HI merupakan salah satu komponen yang memiliki peran aktif bersama orangtua dalam memberikan optimalisasi tumbuh kembang sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui kegiatan pengasuhan yang berkesinambungan.

"Marilah kita cari solusi melalui BKB HI, beri dampak nyata yang bisa dilihat, yaitu meningkatkan kemampuan mencapai ASI eksklusif," ujar kepala BKKBN.

Hasto menilai BKB HI merupakan wadah yang penting dalam periode kritis. Oleh karena itu dia mengimbau para kader BKB HI dapat mendampingi ibu menyusui sampai sukses memberikan ASI eksklusif selama 24 bulan.

"Mungkin kalau di Posyandu lebih fokus pada pengukuran, penimbangan berat badan, maka di BKB HI ini mestinya to be different. Ada empat hal yang bisa disampaikan kader, yaitu cara menyusui yang baik, cara mengasuh yang baik dengan pendekatan psikologis, cara memberikan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu), dan memonitor evaluasi tumbuh kembangnya. Ini lah pentingnya saling melengkapi, tidak overlap," tutur Hasto.

Melalui program BKB HI, BKKBN terus menerus mendorong dan mendampingi para petugas lini lapangan di daerah untuk menggerakkan masyarakat melakukan aksi nyata dalam mengedukasi keluarga dalam pengasuhan anak.Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.