Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perubahan Iklim Bikin Sengsara Warga Miskin Kota, Apa Solusinya?

📅 Selasa, 10 Okt 2023, 12:39 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sayangnya, langkah-langkah di atas cenderung reaktif dan belum menyentuh akar persoalan sebenarnya.

Akibat pembangunan tak merata

Kami menemukan bahwa masalah terkait air di Indonesia, seperti banjir dan kelangkaan air, berhubungan erat dengan pembangunan yang tak merata di berbagai kawasan perkotaan. Semua kota yang kami pelajari menunjukkan pola serupa.

Di beberapa kawasan kota, pertumbuhan ekonomi meningkat pesat. Gedung-gedung pencakar langit menjulang. Kawasan bisnis menggeliat. Perumahan mewah dengan pusat perbelanjaan di dekatnya pun bertumbuh.

Pesatnya pembangunan memicu lonjakan harga tanah, biaya sewa rumah, dan ongkos kebutuhan dasar seperti air bersih dan listrik. Akibatnya, area-area mewah ini menjadi tidak terjangkau oleh masyarakat miskin.

Sementara itu, di pedesaan dan kawasan yang kurang berkembang, orang-orang mengubah hutan menjadi lahan pertanian untuk memenuhi permintaan penduduk kota. Perubahan ini kemudian mengganggu siklus alami air.

Akhirnya, ketika cuaca ekstrem melanda, kawasan kota ketiban bencana. Hujan deras meningkatkan risiko banjir, sedangkan kemarau membuat warga kota sulit mendapatkan air bersih.

Apa yang bisa kita lakukan

Temuan kami menunjukkan bahwa aktivitas berburu keuntungan oleh para pengembang, ditambah dengan kebijakan yang lemah, telah memperparah bencana terkait air dan dampaknya paling dirasakan oleh kaum miskin kota. Di tengah situasi tersebut, kaum miskin kota kelimpungan untuk menyesuaikan diri, apalagi meningkatkan kehidupan mereka.

Riset kami merekomendasikan sejumlah langkah untuk membenahi kondisi warga miskin kota dalam menghadapi bencana terkait air, bukan cuma bertahan terhadapnya.

Sebagai langkah pertama, kita harus memastikan agar praktik pengelolaan air dapat meningkatkan ketangguhan masyarakat.

Penting juga bagi kita untuk mempertimbangkan dan menangani ketimpangan di seluruh kawasan. Misalnya, kita dapat mengembangkan lingkungan terpadu yang dapat menghubungkan kembali kehidupan warga kota dengan sungai.

Lalu, langkah kedua adalah kita harus mempertimbangkan risiko perubahan iklim saat merumuskan kebijakan tentang pelayanan dan kelembagaan terkait air. Kita harus mencari cara mendanai aksi-aksi pencegahan dan penanggulangan bencana supaya lebih berkelanjutan dan responsif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Sabalenka Mengejar Kebangki...
Olahraga
Chelsea Menguji Formasi Ter...
Megapolitan
Rancangan Umum Sementara Pr...
Megapolitan
Ekspor Jakarta Tumbuh  4 Pe...

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

1.5 jam yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.