Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perubahan Iklim Bikin Sengsara Warga Miskin Kota, Apa Solusinya?

📅 Selasa, 10 Okt 2023, 12:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perubahan Iklim Bikin Sengsara Warga Miskin Kota, Apa Solusinya? Doc: The Conversation/Shutterstock/Bramanyuro
Ket. Warga Samarinda, East Kalimantan, saat banjir di tengah-tengah permukiman.

Muhammad Rifqi Damm, University of Gothenburg; Cindy Rianti Priadi, Universitas Indonesia; Inaya Rakhmani, Universitas Indonesia, dan Muhammad Irvan, Universitas Indonesia

Cuaca ekstrem akibat perubahan iklim telah menyebabkan begitu banyak kejadian dan bencana di seluruh dunia.

Pertengahan 2023 silam, banjir bandang membuat jalan-jalan terendam dan membuat jutaan orang mengungsi di Amerika Serikat (AS), Korea Selatan, Pakistan, dan Turki. Asia juga mengalami lebih dari seratus kematian akibat periode monsun tahun ini. Di India utara, banjir mematikan akibat hujan ekstrem menelan 22 korban jiwa.

Di Indonesia, banjir parah pada April 2023 yang melanda Kalimantan Tengah mengakibatkan 16 ribu korban. Rumah-rumah dan bangunan publik turut terdampak. Sementara, saat kemarau tiba, kekeringan makin menyulitkan warga kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam mengakses air bersih.

Dalam riset terbaru, kami mencoba menggali bagaimana cuaca ekstrem berdampak pada kawasan urban, khususnya masyarakat miskin yang sangat dirugikan akibat kejadian tersebut.

Warga miskin dan masalah terkait air

Kami mempelajari tiga kota rawan banjir di Indonesia: Pontianak, Kalimantan Barat; Bima, NTB; dan Manado, Sulawesi Utara.

Penelitian kami berbasiskan studi lapangan, observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Kami mewawancarai 57 informan sepanjang proses pengumpulan data. Mereka terdiri dari aktor pemerintah, pemimpin komunitas, aktivis organisasi masyarakat sipil, dan pelaku usaha.

Penelitian kami bertujuan untuk mempelajari bagaimana pembangunan perkotaan berdampak pada masalah seputar air, terutama yang terkait perubahan iklim.

Riset kami menemukan bahwa masalah terkait iklim seperti banjir, kekeringan, dan serangan panas dapat berdampak pada seluruh kota, miskin maupun kaya. Namun, warga miskin menjadi golongan yang paling terdampak karena beberapa alasan.

Saat penduduk berpenghasilan menengah ke atas tinggal di kawasan perumahan yang nyaman dan terencanakan, kaum miskin kota terpaksa tinggal di kawasan yang paling rawan banjir.

Selain itu, mereka juga tinggal di permukiman yang padat dan kumuh, dengan akses air bersih yang terbatas. Di lokasi yang kami datangi, warga permukiman ini tidak mendapatkan pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat, meskipun jaringannya berdekatan dengan rumah mereka.

Walhasil, masyarakat miskin menggunakan cara-cara tersendiri untuk bertahan hidup, seperti menggunakan sumur gali, memompa air tanah, membangun kolam penampungan ataupun tandon air untuk menampung air hujan.

Cara senada juga dilakukan masyarakat miskin saat menghadapi banjir. Mereka langsung memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang tinggi, memantau kenaikan muka air di selokan, parit, dan sungai. Mereka juga membuat saluran komunikasi dengan platform digital untuk berbagi info cepat untuk merumuskan langkah antisipasi jika risiko banjir meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.