Perajin Batik Ecoprint di Kulon Progo Jual Batik di Medsos

Selasa, 10 Okt 2023, 16:21 WIB

KULON PROGO - Kelompok Batik Ecoprint Hargomulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mempromosikan dan menjual batik ecoprint melalui media sosial (medsos) dengan sasaran pembeli dari luar wilayah tersebut.

Wakil Ketua Kelompok Batik Ecoprint Hargomulyo Diana Rahmawati, di Kulon Progo, Selasa, mengatakan batik ecoprint tidak tembus pasar lokal karena masyarakat beranggapan harganya terlalu mahal.

Satu lembar batik ecoprint ukuran dua meter berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.

"Pasar batik ecoprint berasal dari luar Kulon Progo. Untuk itu, kami lebih menekan penjualan secara daring atau penjualan secara digital," kata Diana.

Ia mengatakan Batik Ecoprint Hargomulyo berdiri pada awal 2020, sehingga pada saat pandemi COVID-19, pemasaran batik ecoprint melalui media sosial.

"Kemudian, Batik Ecoprint Hargomulyo melakukan berbagai inovasi supaya batik bisa diterima pasar luas," katanya lagi.

Batik ecoprint ini adalah batik yang dibuat menggunakan pewarna alami dari tanin atau zat warna daun, bunga, akar atau batang. Kain yang digunakan umumnya menggunakan serat alami, sehingga warna tanin daun mampu meresap sempurna dan tahan lama.

Penggunaan pewarna alam ini juga melalui proses yang lumayan rumit, sehingga tidak muncul risiko kesehatan seperti alergi.

"Satu keunggulan batik ini jauh dari zat-zat kimia dan sangat ramah dengan lingkungan," katanya pula.

Diana mengatakan kain batik ecoprint ini memiliki banyak varian warna dan motif, sehingga bisa dibuat pakaian, scarf, tas dan produk kerajinan lainnya.

"Kelompok kami terbentuk pada tahun 2020 dari sebuah pelatihan PKK di Kapanewon, sekarang anggota aktif ada 22 orang, mereka memproduksi batik setiap hari," katanya.

Koordinator Produksi Ecoprint Hargomulyo Tri Juminingsih menambahkan kapasitas produksi saat ini bisa 20 kain per hari, adapun motifnya cukup beragam, motif yang seragam biasanya dibuat jika ada pesanan.

"Kendala sejauh ini pemasaran, karena batik ini memang relatif mahal, target pasarnya kalangan menengah ke atas, yang bikin mahal itu prosesnya, cukup rumit," katanya lagi.

Menurutnya, untuk proses intinya menggunakan pewarna alam, bahan baku lain ada kain, sementara bahan baku utama daun, akar dan bunga. Proses satu kain batik ecoprint membutuhkan waktu sekitar 10 hari, alasannya supaya warnanya benar-benar meresap dan tidak gampang pudar atau terkunci.

Batik ecoprintdipilih karena ramah lingkungan dan bahan bakunya banyak tersedia di alam. Berbagai jenis tanaman dan daun banyak yang bisa dimanfaatkan.

"Bahkan kadang juga mengambil limbah gergaji kayu, serbuknya bisa jadi bahan pewarna," kata dia.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kulon Progo Agung Kurniawan mengatakan Diskominfo bersama Paguyuban Wartawan Kulon Progo menggali potensi lokal untuk diberitakan, sehingga mengangkat potensi daerah.

"Diskominfo Kulon Progo mengadakan pers tour lokal menggali potensi lokal untuk diangkat supaya dikenal masyarakat luas," katanya pula.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.