Peringati 25 Tahun Peristiwa 9/11, Museum Smithsonian Pamerkan Koleksi Artefak Langka

Jumat, 11 Sep 2026, 09:45 WIB

Sabuk pengaman dan tombol panggilan pramugari dari penerbangan United Airlines Flight 93 yang nahas. Sebuah tas berisi kunci dan dompet yang ditemukan dari lokasi World Trade Center. Telepon yang berada di meja Jaksa Agung AS Ted Olson ketika istrinya, Barbara, menelepon dari pesawat yang dibajak.

Museum Sejarah Amerika Nasional Smithsonian memperingati 25 tahun serangan 11 September 2001 minggu ini dengan memamerkan puluhan benda langka yang menceritakan kisah hari itu dalam konteks yang seringkali sangat personal dan menyayat hati.

Ket. Foto: Bendera Amerika yang ditemukan dari reruntuhan gedung WTC dipajang di Museum Sejarah Amerika Smithsonian di Washington, AS, pada 11-12 september 2026 — Sumber: Smthsonian

Mengutip laporan Associated Press, pameran yang berlangsung hingga Sabtu (12/9) ini hadir di tengah meningkatnya pengawasan terhadap museum tersebut oleh Presiden Donald Trump dan Partai Republik di Kongres terkait cara museum tersebut menceritakan sejarah Amerika.

Museum Smithsonian mulai mengumpulkan barang-barang tersebut beberapa bulan setelah serangan itu dan secara teratur memajang beberapa di antaranya di seluruh museum yang luas di sepanjang National Mall. Tetapi pameran minggu ini unik karena barang-barang tersebut dipajang di atas meja, bukan dilihat melalui kaca.

Direktur museum, Anthea Hartig, mengatakan beberapa barang yang dipamerkan minggu ini "sangat rapuh sehingga mungkin tidak akan pernah dipajang."

Menurutnya, tujuannya adalah untuk membantu para pengunjung agar "tidak pernah lupa, tetapi juga terhubung kembali" seiring munculnya generasi baru yang tidak mengalami serangan tersebut.

Dalam sebuah wawancara, Hartig mengatakan pengawasan ketat tersebut tidak mempengaruhi bagaimana pameran 11 September itu dibuat.

“Museum ini ada sebagai tempat penyimpanan, sebagai tempat kenangan,” katanya. “Jadi, momen politik saat ini sama seperti banyak momen politik lain yang kami dokumentasikan. Ada berbagai pendapat dan pertentangan tentang bagaimana kami melakukan pekerjaan kami.”

Perubahan lebih lanjut mungkin akan terjadi setelah Lonnie Bunch mengumumkan rencananya untuk mundur sebagai pemimpin Smithsonian Institution. Smithsonian beroperasi di luar cabang eksekutif dan pengganti Bunch akan dipilih oleh Dewan Bupati yang meliputi Wakil Presiden JD Vance, Ketua Mahkamah Agung John Roberts, kelompok anggota parlemen dari berbagai partai, dan yang disebut sebagai bupati warga negara.

Hartig mengakui bahwa “transisi kepemimpinan selalu rumit.”

Namun, katanya, “Saya bangun setiap hari dengan keyakinan akan kemampuan orang Amerika untuk menerima kompleksitas masa lalu mereka.”

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.