Target Asian Games Gagal
📅 Senin, 09 Okt 2023, 07:14 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: ANTARA/M Risyal Hidayat
JAKARTA - Pesta olahraga negara-negara Asia, Asian Games 2022 Hangzhou, Tiongkok telah berakhir Minggu (8/10). Kontingen Indonesia finis urutan 13 dalam klasemen perolehan medali. Para atlet Indonesia membawa pulang tujuh emas, 11 perak, dan 18 perunggu. Pemerintah Indonesia melalui Kemenpora menargetkan kontingen Indonesia merebut 12 medali emas dan finis di posisi 12 besar. Ini jelas kegagalan yang memprihatinkan.
Cabor menembak sukses mencetak sejarah selama 72 tahun sejak Asian Games edisi perdana bergulir tahun 1951. Wakil Merah Putih mengakhiri kekosongan medali emas selama 69 tahun sejak cabor menembak dilombakan di Asian Games 1954. Penembak Muhammad Sejahtera Dwi Putra mempersembahkan dua medali emas nomor running target putra 10m dan running target mixed putra 10m.
Kemudian atlet wushu, Harris Horatius yang menyabet medali emas nanquan putra. Disusul Amellya Nur Sifa, atlet balap sepeda yang meraih medali emas nomor BMX race putri. Cabor panahan, Indonesia menorehkan catatan bagus. Meski bukan medali emas, ada momen bersejarah bagi tim panahan.
Setelah 41 tahun, tim recurve putra berhasil meraih medali perunggu. Sebelumnya, di Asian Games 1978 atlet Indonesia pernah berhasil merebut medali perunggu nomor recurve beregu putra. Namun sejak Asian Games 1982, Indonesia tak pernah lagi meraih medali. Tiga pemanah yang berhasil meraih perunggu adalah Ahmad Khoirul Baasith, Riau Ega Agata Salsabilla, dan Arif Dwi Pangestu.
Dari cabor angkat besi, lifter putra, Rahmat Erwin Abdullah yang tampil di kelas 73 kilogram meraih medali emas dan berhasil mencetak rekor dunia baru. Dia mencatat angka terbaik snatch 158 kg dan memecahkan rekor dunia 201 kg dalam angkatan clean and jerk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tim perahu naga putra berhasil merebut medali emas nomor 1000 meter. Keberhasilan ini tercapai berkat kematangan strategi dan kesabaran yang turut membantu anggota tim mematahkan dominasi tuan rumah Tiongkok. Di arena Wenzhou Dragon Boat Centre, Andri Agus Mulyana dan kawan-kawan dengan cerdik menahan diri sebelum menyerang pada tahap akhir. Mereka berhasil menyelesaikan lomba jarak panjang tersebut dengan catatan 4:31,135. ben/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!