Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jumlah Pepohonan di Pegunungan Meningkat akibat Perubahan Iklim

📅 Sabtu, 23 Sep 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Jumlah Pepohonan di Pegunungan Meningkat akibat Perubahan Iklim Doc: ANTARA/RAISAN AL FARISI
Ket. Foto udara kawasan hutan lindung Jayagiri di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

BEIJING - Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Global Change Biology, baru-baru ini memberikan bukti baru mengenai dampak perubahan iklim terhadap ekosistem global. Penelitian ini menjelaskan faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan pepohonan di pegunungan di dunia.

Dikutip dari The Straits Times, sebuah kelompok penelitian yang dipimpin oleh Zeng Zhenzhong dari School of Environmental Science and Engineering, Southern University of Science and Technology, Tiongkok, menjelaskan pepohonan di pegunungan sensitif terhadap perubahan iklim.

Namun, dampak iklim terhadap pepohonan di pegunungan belum sepenuhnya dipahami, karena mungkin juga dipengaruhi oleh aktivitas manusia.

Tim peneliti membuat basis data garis pegunungan global dengan mengumpulkan gambar penginderaan jauh beresolusi tinggi dari sekitar 916.000 kilometer garis pepohonan pegunungan yang tertutup, melintasi 243 gunung di seluruh dunia.

Penggunaan Lahan

Garis pepohonan pegunungan yang tertutup mengelilingi gunung dan kecil kemungkinannya dipengaruhi oleh aktivitas manusia dan penggunaan lahan.

"Setelah menganalisis data, tim menemukan bahwa suhu merupakan faktor iklim utama yang menyebabkan ketinggian pepohonan di daerah boreal dan tropis, sedangkan curah hujan merupakan faktor utama di daerah beriklim sedang," katanya.

Menurut penelitian yang diterbitkan pada Juli tahun ini dan dilaporkan oleh China Science Daily, pada Kamis (21/9), sekitar 70 persen pepohonan di pegunungan yang tertutup telah bergerak ke atas, dengan tingkat pergeseran rata-rata 1,2 meter per tahun selama dekade pertama abad ke-21.

Studi ini juga menemukan bahwa pergeseran pepohonan paling cepat terjadi di wilayah tropis, dengan laju pergeseran rata-rata 3,1 meter per tahun. "Misalnya, di Malawi, Papua Nugini, dan Indonesia, beberapa pohon bergerak ke atas dengan kecepatan 10 meter per tahun," tuturnya.

Menurut penulis pertama makalah ini, He Xinyue, meskipun pergerakan pepohonan ke atas berarti semakin banyak pohon yang dapat menyerap lebih banyak karbon dari atmosfer dan memperluas habitat beberapa spesies hutan, hal ini juga menimbulkan tantangan bagi ekosistem yang rapuh di dataran tinggi.

"Tumbuhan dan hewan di dataran tinggi sering kali sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Ketika pepohonan mulai tumbuh, mereka mulai bersaing untuk mendapatkan ruang dan nutrisi," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.