Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengenal Lignin, Calon Pengganti Baja yang Ramah Lingkungan

📅 Kamis, 21 Sep 2023, 13:55 WIB | Oleh: Tim Penulis

Temuan saya juga diperkuat riset yang menyatakan bahwa proses pelarutan dengan cairan ionik dapat mempertahankan lebih banyak kandungan karbon dalam lignin. Semakin banyak kandungan karbonnya, maka serat karbon dari lignin akan semakin kuat.

Langkah selanjutnya

Sejumlah penelitian-termasuk yang saya lakukan-menemukan lignin potensial untuk menjadi bahan baku serat karbon ramah lingkungan. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap baja.

Walau begitu, masih ada pekerjaan yang perlu dilakukan seperti menyiapkan pasar dari hulu ke hilir. Di tingkat hulu, industri kertas ataupun pertanian dapat menyiapkan strategi pemanfaatan lignin agar tidak berakhir menjadi bahan bakar.

Strategi ini juga termasuk kemitraan mereka dengan industri pengolah lignin, yang sejauh ini masih sangat jarang di Indonesia bahkan dunia. Pihak industri dapat bermitra dengan lembaga penelitian untuk mencari teknologi pengolahan lignin terbaik karena sejauh ini tingkat kesiapan teknologi terkait hal ini masih rendah.

Pemerintah Indonesia juga perlu mencari cara-cara pemanfaatan sumber daya berbasis tumbuhan atau biomassa untuk pembangunan ramah lingkungan. Usaha ini penting karena pemerintah juga berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca sektor pertanian dan industri untuk meredam perubahan iklim.

Sejauh ini, pemerintah masih memanfaatkan biomassa kayu hanya untuk kebutuhan bahan bakar pengganti batu bara (co-firing). Pemanfaatan biomassa kayu lewat lignin dapat meningkatkan pemanfaatan sumber daya tumbuhan kita yang minim emisi, sekaligus mengurangi kebutuhan Indonesia terhadap sumber daya fosil.The Conversation

Vivi Fitriyanti, Researcher, The Purnomo Yusgiantoro Center dan Vivid Amalia Khusna, Research Staff, The Purnomo Yusgiantoro Center

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

16 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.