Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bantuan untuk Warga Terdampak Kekeringan di Garut Terus Disiapkan

📅 Kamis, 21 Sep 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bantuan untuk Warga Terdampak Kekeringan di Garut Terus Disiapkan Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Garut
Ket. Petugas mendistribusikan air bersih di daerah yang terdampak kekeringan di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Garut - Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyatakan Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, sudah menghitung kebutuhan air minum sebanyak 3,5 juta liter air bagi masyarakat terdampak kekeringan yang diperkirakan aman sampai akhir kemarau Oktober 2023.

"Kita sudah menghitung kebutuhan air minum itu selama musim kekeringan ini 3,5 juta liter untuk yang 19 kecamatan," kata Helmi Budiman di Garut, Rabu.

Ia menuturkan Pemkab Garut sudah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan sampai 24 September 2023 dengan prioritas perhatian pemerintah memenuhi kebutuhan air bersih khususnya minum bagi masyarakat.

Daerah yang terdampak kekeringan, kata dia, tercatat ada 19 dari 42 kecamatan di Kabupaten Garut yang semuanya sudah mendapatkan perhatian pemerintah daerah untuk kebutuhan air bersih.

"Sampai sekarang kecamatan ini (19 kecamatan) sudah terdistribusikan air baru 712 ribu liter air," katanya.

Helmi menyampaikan Pemkab Garut sudah menyiapkan personel berikut armada tangki air dari BPBD Garut dan dinas terkait lainnya juga diterjunkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih.

Menurut dia dengan kekuatan personel, armada dan stok air bersih yang tersedia akan cukup memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat di daerah terdampak kekeringan saat musim kemarau.

"Air minum aman, ada, cuman memang didistribusikannya bertahap karena kita punya kendaraan hanya tujuh tangki," katanya.

Ia menambahkan laporan dari BMKG musim kemarau tahun ini puncaknya Agustus dan September lalu diperkirakan akan mulai turun hujan pada Oktober 2023.

Menurut dia prakiraan cuaca yang akan turun hujan pada Oktober itu tentunya dampak musim kemarau tidak berlanjut panjang, sehingga masyarakat bisa kembali mudah mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

"Sekarang kemarau puncaknya, nanti akhir-akhir Oktober sudah mulai hujan," kata Helmi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.