Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Moderasi Beragama lewat Festival Film Pendek

📅 Rabu, 20 Sep 2023, 00:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Moderasi Beragama lewat Festival Film Pendek Doc: ANTARA/HO-Kemenag
Ket. Kepala Balitbang Diklat Kemenag Kaban Suyitno saat membuka Festival Film Pendek.

Jakarta - Balitbang Diklat Kementerian Agama menggelar festival film pendek yang diikuti oleh pelajar dan mahasiswa sebagai salah satu instrumen penguatan moderasi beragama di Indonesia.

"Harapannya bisa menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk pencinta film," ujar Kepala Balitbang Diklat Kemenag Amien Suyitno dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Gelaran festival film pendek ini hasil kerja sama Balai Litbang Agama (BLA) Jakarta dengan Program Studi Bahasa Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

Selain itu, digelar seminar yang menghadirkan aktor senior Deddy Mizwar, Guru Besar FIB UI Maman Lesmana, dan LD Nahdlatul Ulama Nurul Huda

Suyitno mengatakan film menjadi salah satu media yang efektif dalam menyuarakan dan memperkuat moderasi beragama. Lewat film, moderasi beragama diharapkan dapat tertanam di benak masyarakat.

"Kalau kita memproduksi sebuah film dengan tema moderasi beragama yang kental, lalu didiseminasikan dalam jangka waktu tertentu, maka bisa efektif mempengaruhi perilaku moderat di masyarakat," kata dia.

Suyitno mengatakan alasan kerja sama Balitbang Diklat Kemenag dengan FIB UI sebagai mitra strategis, karena banyak mahasiswa yang aktif dan kreatif.

Berdasarkan hasil diskusi dengan Dekan FIB UI Bondan Kanumoyoso, kata Suyitno, sangat memungkinkan untuk melakukan kerja sama dan kolaborasi terkait penguatan indeksasi bahkan pengabdian masyarakat sebagai mitra strategis moderasi beragama.

Selain itu, kata dia, kehadiran sineas kawakan Deddy Mizwar membuka peluang kerja sama untuk menggarap film secara lebih profesional.

"Bahkan bisa jadi pemenang Festival Film Pendek Moderasi Beragama ini diberikan kesempatan mengikutishort coursefilm singkat agar menjadi talent yang lebih mumpuni," katanya.

Ia berharap penguatan moderasi beragama tidak berhenti lewat film, tapi diperlukan pula langkah-langkah kreatif untuk mengembangkan cara yang inovatif, khususnya bagi Balitbang Diklat Kemenag.

"Tentu penguatan lewat pelatihan, sosialisasi, dan orientasi tetap penting. Namun, perlu pula dilakukan cara-cara yang tidak monoton," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.