Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peneliti Sebut Ibu Hamil Terpapar Polusi Berisiko Lahirkan Bayi Lebih Kecil

📅 Sabtu, 16 Sep 2023, 12:41 WIB | Oleh:
Peneliti Sebut Ibu Hamil Terpapar Polusi Berisiko Lahirkan Bayi Lebih Kecil Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi

Sebuah hasil penelitian terbaru mengungkapkan, paparan polusi udara meningkatkan kemungkinan bayi lahir dengan berat badan rendah. Namun, kondisi tersebut bisa dikurangi risikonya jika ibu hamil tinggal di tempat yang lebih hijau.

Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak dengan berat badan lahir rendah memiliki risiko lebih tinggi terkena asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) seiring bertambahnya usia.

Studi terbaru ini menyoroti pentingnya mengurangi polusi dan meningkatkan ruang hijau di daerah pemukiman demi kesehatan generasi mendatang. Temuan ini dipublikasikan di BMC Medicine.

Para peneliti menggunakan data dari studi Respiratory Health in Northern Europe (RHINE), yang berisi informasi mengenai 4.286 anak dan ibu mereka. Penelitian ini mengukur tingkat kehijauan area menggunakan citra satelit dan polusi di area tersebut dalam hal lima polutan: nitrogen dioksida, ozon, karbon hitam, dan dua jenis materi partikulat (PM2.5 dan PM10).

Tim peneliti membandingkan berat lahir anak-anak yang lahir dari ibu hamil yang terpapar berbagai tingkat polusi dan menemukan bahwa tingkat polusi udara yang lebih tinggi berhubungan dengan berat lahir yang lebih rendah. Rata-rata penurunan berat badan lahir adalah 56g, 46g, 48g dan 48g untuk PM2.5, PM10, nitrogen dioksida dan karbon hitam.

"Waktu ketika bayi tumbuh di dalam rahim sangat penting untuk perkembangan paru-paru. Kita tahu bahwa bayi dengan berat lahir lebih rendah rentan terhadap infeksi dada, dan ini dapat menyebabkan masalah seperti asma dan PPOK di kemudian hari," kata Robin Mzati Sinsamala, yang mempresentasikan penelitian ini di Kongres Internasional Masyarakat Pernapasan Eropa di Italia, dikutip dari Medical Daily, Selasa (12/9).

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa wanita hamil yang terpapar polusi udara, bahkan pada tingkat yang relatif rendah, melahirkan bayi yang lebih kecil. Mereka juga menunjukkan bahwa tinggal di daerah yang lebih hijau dapat membantu mengatasi efek ini. Bisa jadi area hijau cenderung memiliki lalu lintas yang lebih rendah atau tanaman membantu membersihkan udara dari polusi, atau area hijau bisa berarti lebih mudah bagi wanita hamil untuk aktif secara fisik," tambah Sinsamala.

Profesor Arzu Yorgancio?lu, ketua Dewan Advokasi Masyarakat Pernafasan Eropa, mengatakan bahwa penelitian ini menambah bukti lebih lanjut tentang dampak polusi udara terhadap kesehatan manusia.

"Penelitian ini menambah bukti yang semakin banyak tentang kerusakan yang ditimbulkan oleh polusi udara terhadap kesehatan kita, terutama pada bayi dan anak-anak yang rentan. Wanita yang sedang hamil pasti ingin melindungi bayinya dari potensi bahaya. Namun, sebagai individu, mungkin sulit untuk mengurangi paparan polusi udara atau membuat lingkungan kita menjadi lebih hijau," jelas Yorgancio?lu, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

"Sebagai dokter dan peneliti yang peduli dengan kesehatan anak-anak, kita perlu menekan pemerintah dan pembuat kebijakan untuk menurunkan tingkat polusi di udara yang kita hirup. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kita dapat membantu mengurangi beberapa dampak polusi dengan membuat lingkungan kita lebih hijau," pungkas Yorgancio?lu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

52 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.