Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bogor Analisis Potensi Bencana

📅 Jumat, 15 Sep 2023, 04:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bogor Analisis Potensi Bencana Doc: ANTARA/HO/Pemkot Bogor
Ket. Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sofiah (kedua dari belakang, menghadap ke depan) saat menghadiri kegiatan Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kota Bogor tahun 2023 - 2028 di Ruang Studio PWK, Gedung Fakultas Teknik Universitas Pakuan, Rabu (13/9).

BOGOR - Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) lima tahunan periode 2023-2028 terus disusun Pemkot Bogor. Untuk menyusun dokumen ini, Pemkot melibatkan para peneliti IPB dan Universitas Pakuan. Tujuannya, sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana.

Sekretaris Daerah Pemkot Bogor, Syarifah Sofiah, Kamis (14/9), mengatakan kajian risiko bencana sangat penting. Alasannya, Kota Bogor memerlukan resiliensi atau ketangguhan terhadap potensi bencana. Sebab data bencana alam Bogor cukup tinggi.

"Maka dari itu, kota ini perlu resiliensi daya tahan bencana. Jadi, daya tahan tidak hanya dalam survei lapangan. Kita melihat juga mitigasi yang harus dilakukan, kemudian perlu disiapkan jalur-jalur evakuasi dan sebagainya," kata Syarifah.

Syarifah menyampaikanBadan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) pun telah menggelar Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kota Bogor tahun 2023-2028 di Ruang Studio PWK, Gedung Fakultas Teknik Universitas Pakuan, Rabu (13/9). Dalam kegiatan tersebut hadir tim teknis KRB, BMKG Jawa Barat, IPB University, PMBG, dan BBWS Ciliwung-Cisadane.

Melihat data potensi bencanadan peristiwa bencana alam yang pernah terjadi, Pemkot Bogor mencoba mempelajari. Dari situ lalu, disusun dokumen KRB agar bisa melihat sisi kerawanan bencana lebih detil.

Menurutnya, yang perlu dilakukan adalah perencanaan. "Kita amankan kota ini dengan melakukan resiliensi, mitigasi, jalur evakuasi, penanganan, dan sebagainya," jelas Sekda. Dekan Fakultas Teknik Universitas Pakuan, Singgih Irianto, mengatakan penyusunan dokumen KRB ini berjalan baik dari sisi waktu maupun substansi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.