Penurunan 'Stunting' di Aceh Butuh Pendekatan Konvergensi

Kamis, 14 Sep 2023, 01:01 WIB

JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, mengatakan, penurunan stunting di Provinsi Aceh butuh pendekatan konvergensi. Menurutnya, seluruh pemangku kebijakan harus bergotong royong agar prevalensi stunting di Aceh sesuai target nasional.

"Dengan pendekatan konvergensi, kepedulian sosial dan gotong royong, dokter Hasto yakin angka stunting di Aceh bisa ditekan turun mencapai target nasional 14 persen," ujar Hasto, dalam acara pengukuhan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh yang baru, Safrina Salim, di Aceh, Selasa (12/9).

Ket. Foto: PENGUKUHAN KEPALA PERWAKILAN BKKBN ACEH -- Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, dalam acara pengukuhan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh yang baru, Safrina Salim, di Aceh, Selasa (12/9). — Sumber: istimewa

Dia menyebut, Aceh merupakan provinsi kelima tertinggi dalam prevalensi stunting. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2022, tingkat prevalensi stunting di Aceh mencapai 31,2 persen.

Hasto menambahkan, dalam periode tersebut, Provinsi Aceh hanya mampu memangkas angka stunting sebesar 2 poin. Pada SSGI 2021, prevalensi stunting di Provinsi Aceh mencapai 33,2 persen.

"Prevalensi stunting di Aceh tergolong belum sesuai harapan. Ini karena masih melebihi ambang batas yang ditetapkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 20 persen," jelasnya.

Meski terkoreksi tipis, Hasto tetap mengapresiasi kebijakan Pj Gubernur Aceh dalam penanganan stunting. Khususnya terkait program di mana seluruh perangkat kerja Pemerintah Aceh digerakkan untuk peduli terhadap upaya penurunan stunting.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.