Program Baru, Pemkot Bukittinggi Minta Sekolah Jalankan Sekolah Lima Hari
📅 Rabu, 13 Sep 2023, 00:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Altas Maulana
Bukittinggi - Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat meminta sekolah menjalankan program sekolah lima hari karena sudah delapan hari program itu berjalan masih ada sekolah yang belum menerapkannya.
"Bukan tidak setuju, setelah kami konfirmasi, memang ada beberapa sekolah swasta berbasis agama yang mereka belum terlalu bisa menyesuaikan jadwal. Kami minta agar bisa segera menyeragamkan agar program pemerintah bagi anak di akhir pekan nantinya bisa diikuti seluruh pelajar Kota Bukittinggi," kata Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, di Bukittinggi, Selasa.
Ia mengungkapkan sekolah swasta yang belum bisa mengikuti program pemerintah Sekolah Lima Hari dikarenakan mereka butuh waktu lebih untuk menyusun ulang jadwal belajarnya.
"Karena harusnya mereka ikut program pemerintah agar ada standar yang sama bagi anak dan bisa diikutkan ke dalam program anak yang digagas pemerintah di Sabtu dan Minggu. Kasihan juga nanti ada anak yang tidak bisa ikut, sekolah lain ikut, mereka tidak," katanya.
Ia mengatakan saat ini seluruh sekolah negeri di Kota Bukittinggi sudah mengikuti program sekolah lima hari yang dimulai sejak Senin (4/9) lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dua hari di akhir pekan kami programkan untukQuality Timedengan keluarga khususnya orangtua. Boleh saja menambah kegiatan bimbinganbelajar atau kegiatan positif lainnya," kata dia.
Ia mengakui standar kualitas pendidik di Bukittinggi belum sepenuhnya mampu memberikan pembinaan karakter khususnya penerapan bidang budaya sejak dini.
"Kita akui guru juga belum secanggih itu untuk memenuhi pembinaan karakter implementasi Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS SBK) atau adat Minangkabau harus bersendikan kepada syariat Islam perlu bimbingan orang tua, sekaligus anak bersosialisasi di lingkungannya," sebutnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menambahkan Pemkot Bukittinggi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera mencarikan solusi pengganti pekerjaan rumah (PR) bagi anak yang mengikuti program sekolah lima hari.
"Pengganti PR, nanti akan ada bukureportatau buku laporan. Isinya anak diminta misalnya mengaji atau membaca di depan orangtuanya, kemudian ditandatangani sebagai bukti," katanya.
Salah satu sekolah yang belum bisa melaksanakan program sekolah lima hari di Bukittinggi adalah Yayasan Pendidikan Islam Al-Ishlah.
Hal itu tertuang dalam surat pemberitahuan yang disebarkan ke orangtua wali murid.
Keputusan itu menjadi bertolakbelakang dengan surat edaran Pemko Bukittinggi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tentang pelaksanaan sekolah lima hari ke seluruh sekolah negeri dan swasta di Kota Bukittinggi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!