Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekonomi Digital dengan Rasa Budaya Indonesia

📅 Rabu, 13 Sep 2023, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonomi Digital dengan Rasa Budaya Indonesia Doc: ISTIMEWA
Ket. Antonius Benny Susetyo - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

Nilai ekonomi digital Asean diperkirakan akan mengalami peningkatan dua kali lipat menjadi triliun dollar AS pada tahun 2030 berkat Perjanjian Kerangka Ekonomi Digital (DEFA). Potensi besar ekonomi digital Asean juga didorong oleh menjamurnya startup-startup yang kini telah berstatus Unicorn, antara lain Goto, Grab, SEA, dan J&T.

Hingga saat ini, negara-negara Asean telah menghasilkan sebanyak 52 Unicorn, di mana empat di antaranya sudah berstatus Decacorn, dengan nilai valuasi sebesar 10 miliar dollar AS. Sehubungan dengan Indonesia, tercatat sebanyak 40 persen dari total nilai ekonomi digital Asean saat ini berasal dari Indonesia. Diperkirakan dalam tren seperti ini, ekonomi digital Indonesia akan tumbuh signifikan pada tahun 2030.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah pendorong penting dalam perekonomian Asean, dengan menyumbang 69 persen dari angkatan kerja nasional dari tahun 2010 sampai dengan 2019 di Indonesia sendiri. Tercatat terdapat 70 juta UMKM di Asean, yang mencakup sampai 99 persen total usaha di negara-negara Asean.

Dengan pertumbuhan globalisasi yang semakin melingkupi dunia, UMKM di Asean, terutama di Indonesia, didorong untuk melakukan digitalisasi agar semakin berkembang mengikuti perkembangan zaman.

Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEa) menilai pertumbuhan e-commerce di Indonesia akan berjalan baik. Hal ini seiring pertumbuhan UMKM go digital yang sudah menembus 21,8 juta. Hal ini berarti UMKM menentukan perkembangan ekonomi digital Indonesia. E-commerce digunakan UMKM sebagai akses untuk menembus pasar ekspor.

Teknologi digital menjadi peluang bagi UMKM untuk menembus pasar internasional. Dalam perkembangannya, teknologi akan semakin murah juga membuka peluang usaha bagi UMKM untuk menggunakan e-commerce bagi operasional perusahaan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan teknologi sangat berperan erat dalam perkembangan ekonomi digital, yang juga didorong banyak oleh UMKM.

Hal ini merupakan suatu pernyataan yang membuat kesadaran dan pengetahuan akan teknologi digital, termasuk juga penggunaan sosial media dan perbankan, menjadi penting untuk dimiliki oleh pelaku UMKM. Hal ini perlu diberlakukan, mengingat di Indonesia, terhitung sekitar 75 persen masyarakatnya memiliki telepon seluler, dan banyak masyarakat di kawasan Asean mampu dengan cepat mengadopsi pembayaran secara daring atau online.

Ekonomi Rakyat

Tantangan terbesar bagaimana kita mampu untuk menggunakan dunia digitalisasi dengan memperkuat nilai-nilai budaya sebagai produk industri yang berbasis pada ekonomi rakyat. Industri ekonomi rakyat dikembangkan dan produknya harus difasilitasi untuk masuk dalam pertarungan global.

Ekonomi digital harus memanfaatkan kemampuan pengelolaan teknologi untuk pemasaran domestik. Oleh karena itu, kita harus menguasai dunia digitalisasi. Tetapi, sebelum melakukan penguasaan, kita harus memperkuat diri kita sendiri.

Membangun persepsi baik terhadap produk, barang dan jasa yang berasal dari UMKM Indonesia, dengan kesadaran digital dari pelaku UMKM, agar produknya dicintai oleh bangsa sendiri, merupakan langkah-langkah yang harus dilakukan seluruh komponen Indonesia.

Dukungan dari pemerintah, edukasi penggunaan teknologi digital, dan juga kesadaran cinta dan bangga akan produk bangsa sendiri harus selalu hadir. Saya mengutarakan pernyataan ini, "berpikir global, bertindak lokal".

Hal ini memiliki pengertian semua masyarakat Indonesia harus memiliki pengetahuan yang luas dan tidak tertinggal secara global, tetapi bertindak untuk tetap mencintai bangsa dan negaranya dengan pengetahuan yang dimiliki tersebut.

Lalu, apa itu bertindak lokal? Saya menjawab apa yang menjadi pernyataan Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia: Trisakti yaitu kesadaran untuk memiliki kemandirian dalam ekonomi, politik, dan memiliki kepribadian bangsa. Mengapa begitu? Karena produk-produk dari Indonesia pasti memiliki ikatan yang kuat dengan budaya yang melekat di masyarakatnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.