Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harus Berhati-hati, Polusi Salah Satu Faktor Risiko Meningkatnya Pneumonia

📅 Selasa, 12 Sep 2023, 00:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harus Berhati-hati, Polusi Salah Satu Faktor Risiko Meningkatnya Pneumonia Doc: ANTARA/Narda Margaretha Sinambela
Ket. Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan dr. Agus Dwi Susanto saat ditemui di Gedung Nusantara V Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (11/9/2023).

Jakarta - Harus berhati-hati, Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan dr. Agus Dwi Susanto menyampaikan bahwa polusi udara menjadi salah satu faktor risiko peningkatan kasus pneumonia (infeksi saluran pernafasan akut yang menyerang hingga paru-paru).

"Kalau dilihat dari angka memang terjadi peningkatan, seiring dengan peningkatan partikel polutan PM 2,5. Nah terkait ada hubungannya atau tidak, pneumonia salah satu faktor risikonya yakni polusi, angkanya sekitar 20-25 persen, sedangkan yang lain faktor risikonya bukan polusi," kata Agus di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan, peningkatan kasus pneumonia yang ada tidak serta merta bisa dikaitkan dengan polusi, tetapi polusi berkontribusi terhadap peningkatan kasus, baik pada anak maupun dewasa.

Untuk itu, Agus berpesan kepada masyarakat agar melakukan pencegahan dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta mengenakan masker saat keluar rumah.

"Masyarakat harus memahami pencegahan untuk mengurangi risiko terpapar polusi, yakni dengan PHBS, penggunaan masker, mengurangi aktivitas di luar bila polusi sedang tinggi, dan yang terpenting mengenali gejala sedini mungkin, karena kalau sudah dikenali bisa segera diobati sehingga cepat sembuh," ujar dia.

Ia juga menekankan pentingnya orang tua mengawasi gejala-gejala gangguan pernafasan yang muncul pada bayi di bawah lima tahun (balita).

"Orang tua perlu mengawasi gejala-gejala gangguan pernafasan yang muncul, kalau ada gejala segera ke dokter untuk penanganan lebih lanjut," ucap dia.

"Juga perkuat dengan menjalankan protokol kesehatan di masa polusi, kalau membawa anak keluar rumah pakai masker, dan kurangi aktivitas keluar rumah apabila tidak begitu penting," imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Imran Pambudi memaparkan kasus pneumonia meningkat pada awal September 2023, dan sebagian besar menyerang bayi di bawah lima tahun (balita), yakni sebesar 55 persen.

"Hingga saat ini, proporsi kasus ISPA secara keseluruhan masih didominasi usia produktif (17-50 tahun), tetapi kalau masalah pneumonia itu lebih banyak balita, 55 persen, karena balita kan pendek saluran pernafasannya, jadi lebih rentan terkena pneumonia," kata Imran.

Data kasus pneumonia menunjukkan Jakarta Barat dengan kasus paling tinggi per Rabu (6/9) yakni sebanyak 84 kasus, disusul Kota Bogor 79 kasus, dan Kabupaten Tangerang 36 kasus. Kabupaten Bogor sempat mencatat kenaikan kasus pneumonia tertinggi pada Senin (4/9) yakni sebanyak 192 kasus.

Untuk itu, Kemenkes mengeluarkan strategi 6M dan 1S untuk menjaga kesehatan ketika polusi sedang tinggi.

"M" yang pertama yakni memeriksa kualitas udara melalui aplikasi atau situs web. Kedua, mengurangi aktivitas luar ruangan dan menutup ventilasi rumah, kantor, sekolah, dan tempat umum di saat polusi udara tinggi.

Kemudian, "M" yang ketiga yakni menggunakan penjernih udara dalam ruangan. Keempat, menghindari sumber polusi dan asap rokok, kelima, menggunakan masker saat polusi udara tinggi, serta melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.