Dunia Telah Abaikan Kaum Perempuan
📅 Sabtu, 09 Sep 2023, 02:40 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: unmultimedia.org
NEW YORK - Sebuah laporan PBB tentang kesetaraan gender yang dirilis pada Kamis (7/9) menyatakan bahwa mulai dari perjuangan melawan kemiskinan hingga akses terhadap pendidikan, dari perwakilan politik hingga peluang ekonomi, ternyata dunia telah mengecewakan kaum perempuan dan anak perempuan.
Laporan UN Women mengulas kemajuan yang dicapai dalam 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG), yang diadopsi oleh anggota badan tersebut pada 2015 dan dimaksudkan untuk menciptakan dunia yang lebih baik untuk semua pada tahun 2030. Namun hasil peninjauan tersebut suram.
"Jika kita melihat datanya, sepertinya dunia gagal untuk mencapai kemajuan dan mencapai kesetaraan gender," kata Sarah Hendriks, wakil direktur eksekutif UN Women, kepadaAFP. "Dan menurut saya, hal ini menjadi tujuan yang semakin jauh," imbuh dia.
Sasaran yang terfokus pada kesetaraan gender ini bertujuan pada akhir dekade ini untuk menghapuskan diskriminasi gender, kekerasan terhadap perempuan, kawin paksa dan mutilasi alat kelamin, menjadikan pekerjaan rumah tangga lebih setara, menjamin akses terhadap layanan kesehatan reproduksi dan menjamin partisipasi perempuan dalam bidang kehidupan politik dan ekonomi.
"Namun di pertengahan tahun 2030, dunia telah mengecewakan perempuan dan anak perempuan," laporan tersebut memperingatkan sembari merinci bahwa sebagian besar target tujuan tersebut telah terabaikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perlu Investasi
Setiap tahun, 245 juta perempuan di atas usia 15 tahun menjadi korban kekerasan fisik yang dilakukan oleh pasangannya, satu dari lima perempuan menikah sebelum usia 18 tahun, perempuan menghabiskan 2,8 jam lebih banyak per hari untuk melakukan pekerjaan rumah tangga yang tidak dibayar dibandingkan laki-laki, dan perempuan hanya mewakili 26,7 jam per hari untuk melakukan pekerjaan rumah tangga yang tidak dibayar dibandingkan laki-laki. persen dari seluruh anggota parlemen di seluruh dunia.
Untuk mengubah tren tersebut, diperlukan investasi tambahan sebesar 360 miliar dollar AS per tahun di 50 negara berkembang, yang mewakili sekitar 70 persen populasi dunia, menurut perkiraan badan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dana tersebut akan memungkinkan pencabutan seluruh agenda SDG," kata Hendriks. "Kami tahu apa yang perlu dilakukan dan dunia perlu membayarnya. Dan jika kita menjadikan kesetaraan gender sebagai tujuan khusus pembangunan, maka arah pembangunannya dapat berubah," imbuh Hendriks seraya mengatakan bahwa dengan memperkuat akuntabilitas bersama akan menempatkan perempuan dan anak perempuan sebagai prioritas utama.
Menurut laporan UN Women, dampak dari banyak tujuan pembangunan global lebih buruk bagi perempuan dibandingkan bagi umat manusia secara keseluruhan.
Misalnya, dengan tingkat kemiskinan saat ini, 575 juta orang masih akan hidup dalam kemiskinan ekstrem pada tahun 2030, jauh dari harapan PBB untuk memberantas kemiskinan. Dan dari jumlah tersebut, 342 juta di antaranya adalah perempuan, atau sekitar 8 persen perempuan di dunia, menurut laporan tersebut. SB/AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!