Asippindo Dorong Manajemen UMKM Berkelanjutan
Selasa, 05 Sep 2023, 11:00 WIBJAKARTA - Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) gencar mempromosikan manajemen keberlanjutan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai respons atas kebijakan pemerintah terkait integrasi konsep lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Dukungan Asippindo terhadap integrasi konsep tersebut juga dilakukan melalui inisiatif penjaminan hijau atau green guarantee.
Ketua Asippindo Ivan Soeparno menyatakan manajemen berkelanjutan untuk UMKM diimplementasikan melalui penyesuaian model bisnis yang memperhatikan dampak bisnis terhadap lingkungan dan kondisi sosial, sekaligus sesuai dengan tata kelola usaha yang baik.
"Asippindo terus berusaha mendorong dan mengembangkan peran perusahaan penjaminan sebagai salah satu alternatif menumbuhkan perekonomian melalui usaha mikro, kecil, dan menengah," ujar Ivan dalam Indonesia - Korea Financial Cooperation Forum ke-2 yang diselengarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Council on International Financial Cooperation (CICF) di Jakarta, Senin (4/9).
Sejak didirikan pada 2021, Asippindo hingga saat ini beranggotakan 22 perusahaan penjaminan di Indonesia. Perusahaan penjaminan berperan penting menjaga pertumbuhan ekonomi di sektor riil karena sebagian besar lapangan usaha di Indonesia digerakkan sektor UMKM.
Sektor UMKM juga menyerap sekitar 97 persen angkatan kerja atau setara dengan 119,5 juta tenaga kerja. Tak hanya itu, sektor tersebut kontribusi sekitar 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Meski demikian, akses UMKM terhadap pendanaan masih sangat terbatas. Saat ini, baru sekitar 30 persen UMKM yang sudah memiliki akses terhadap pinjaman dari perbankan. "Perusahaan penjaminan berperan menjembatani UMKM dengan lembaga keuangan melalui penjaminan kredit sehingga UMKM bisa mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan," ujar Ivan.
Menurut Ivan, Asippindo sejalan dengan konsep ESG yang diluncurkan oleh pemerintah dan terus mendorong anggotanya untuk mengadopsi konsep ESG dalam model bisnisnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Vitto Budi
Berita Terkait:
-
Suara Tembakan di Gedung Putih, Trump Sedang di Ruang Oval
-
Jepang Gelontorkan US$3 Miliar dari Dana Cadangan untuk Subsidi Tagihan Energi
-
Parade sepeda di Candi Sewu
-
Survei Ipsos: Keamanan Jadi Faktor Utama Masyarakat Memilih Bank Digital
-
Apresiasi Kebijakan Kemenkeu, Bank Mandiri Siap Optimalkan Fungsi Intermediasi Perbankan
-
Ekonom: Industri Game Indonesia Berpotensi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
-
Media: Kerangka Kesepakatan AS-Iran telah Mencapai 95 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.