Sel Kanker Rhabdomyosarcoma Diubah Menjadi Sel Otot Sehat
📅 Jumat, 01 Sep 2023, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: AFP/ GERARD JULIEN
Para ilmuwan telah berhasil menginduksi sel rhabdomyosarcoma (RMS) untuk berubah menjadi sel otot yang normal dan sehat. Ini merupakan terobosan bagi potensi pengembangan terapi baru untuk penyakit kanker ganas dan dapat mengarah pada terobosan serupa untuk jenis kanker lain pada manusia.
RMS atau sarkoma jaringan lunak adalah jenis kanker langka yang terbentuk di jaringan lunak tubuh. Khususnya jaringan otot rangka atau terkadang organ berongga seperti kandung kemih atau rahim. Kanker ini ini dapat terjadi pada semua usia, tetapi paling sering menyerang anak-anak.
"Setiap pengobatan yang sukses mempunyai kisah asal-usulnya masing-masing. Dan penelitian seperti ini adalah tempat lahirnya obat-obatan baru," kata Profesor Christopher Vakoc dari Laboratorium Cold Spring Harbor, dikutip dariScience Alert.
Selama enam tahun, laboratorium tersebut menjalankan misi untuk mengubah sel sarkoma menjadi sel jaringan yang berfungsi secara teratur. Sebagai kanker yang terbentuk di jaringan ikat seperti otot, perawatan RMS biasanya melibatkan kemoterapi, pembedahan, dan radiasi beberapa prosedur yang sangat sulit dilakukan pada anak-anak.
"Jika dokter dapat mengubah sel kanker menjadi sel sehat, hal ini akan menawarkan pilihan pengobatan yang benar-benar baru kepada pasien yang dapat menghindarkan mereka dan keluarga dari rasa sakit dan penderitaan yang besar," kata Vakoc.
Sebaiknya Anda baca juga:
RSM tergolong dalam jenis kanker anak yang merusak dan sangat agresif dengan struktur menyerupai sel otot anak-anak. Tidak ada yang tahu apakah metode pengobatan yang diusulkan ini, yang disebut terapi diferensiasi, mungkin berhasil pada RMS.
Mungkin masih perlu waktu beberapa dekade untuk berhasil dalam pengobatan kanker RMS. Namun sekarang, berkat laboratorium Vakoc, kemungkinan menciptakan kesembuhan bagi pasien menjadi kian nyata.
Terapi Diferensiasi
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk menjalankan misinya, Vakoc dan timnya menciptakan teknik penyaringan genetik baru. Dengan menggunakan teknologi pengeditan genom, mereka memburu gen yang, jika diganggu, akan memaksa sel RMS menjadi sel otot. Saat itulah protein yang disebut NF-Y muncul.
Dengan gangguan dari protein NF-Y, para ilmuwan menyaksikan transformasi yang menakjubkan pada sel kanker RMS. "Sel-selnya benar-benar berubah menjadi otot," ungkap Vakoc.
Dari hasil penelitian tersebut, tumor kehilangan semua atribut kanker. Mereka beralih dari sel yang hanya ingin mengembangkan dirinya menjadi sel yang dikhususkan untuk berkontraksi.
Hubungan baru antara NF-Y dan RMS ini mungkin memicu reaksi berantai yang diperlukan untuk memberi terapi diferensiasi kepada pasien. Misinya ini tidak berhenti pada jenis kanker RMS, tapi bisa diterapkan pada jenis kanker lainnya.
Perubahan kanker menjadi otot suatu hari nanti para ilmuwan mungkin menemukan cara untuk mengubah tumor lain menjadi sel sehat.
"Teknologi ini memungkinkan Anda untuk melawan kanker apa pun dan mencari cara untuk membedakannya," jelas Vakoc. "Ini mungkin merupakan langkah kunci untuk menjadikan terapi diferensiasi lebih mudah diakses," lanjut dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!