Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ratusan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

📅 Jumat, 01 Sep 2023, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ratusan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen Doc: Antara
Ket. Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Asep Jatnika.

TANGERANG - Kemarau panjang membuat kekeringan di berbagai daerah. Bahkan ini juga mengancam gagal panen para petani. Di Tangerang ratusan hektare tanaman padi sawah terancam gagal panen.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, mencatat ada 201 hektare lahan sawah terancam puso atau gagal panen akibat kemarau panjang.
"Tanaman padi yang terancam puso mencapai 201 hektare," ujar Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika, Kamis (31/8).

Ratusan hektare sawahnya kekeringan tersebut sudah tanpa air selama musim kemarau. Lahan-lahan kering tersebut masuk dalam 12 kecamatan. Kecamatan-kecamatan tersebut adalah Cikupa, Sindang Jaya, Cisoka, Jambe, Tigaraksa, Jayanti, Kresek, Sukamulya, Gunung Kaler, Mekar Baru, Kronjo, dan Panongan.

"Sebelumnya, sawah-sawah daerah tersebut selama ini hanya mengandalkan air irigasi, air hujan, dan galian pasir," tuturnya. Dia menyebutkan pula, bila tidak gagal panen, lahan seluas 201 hektare tersebut dapat memproduksi 1.200 ton gabah. "Tapi, dari ratusan lahan itu yang sudah dipastikan puso sudah 15 hektare," katanya.

Kendati demikian, atas ancaman gagal panen itu telah berdampak terhadap harga gabah. Saat ini nilai gabah kering panen (GKP) 6.700 per/kg. Kemudian, gabah kering giling (GKG) 7.000 per/kg. Ada kenaikan rata-rata 500 rupiah.

"Harga sebelumnya sekitar 6.000-6.500, sedangkan gabah kering giling naik 500 rupiah per kilogram. Ini diikuti dengan harga beras medium 12.000-14.000," ujar Asep. Asep menambahkan, langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah daerah dengan menyiapkan bantuan 5 ton benih padi Ciherang untuk didistribusikan ke para petani terdampak.

Kemudian, menyiapkan pompanisasi yang diserahkan kepada kelompok tani. Sudah diserahkan 16 pompa. "Apabila ada petani yang tidak memiliki sumber air dan tidak ada alat, kita sudah koordinasi dengan provinsi untuk menambah bantuan," jelasnya.

Padamkan

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tangerang, telah memadamkan kebakaran 50 hektare lahan gambut. "Selama bulan Juli-Agustus saja kita sudah menangani 47 kasus lahan gambut terbakar. Total luasan lahan mencapai 45 hingga 50 hektare lebih," kata Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat.

Dia menerangkan kebakaran lahan gambut Kabupaten Tangerang tersebar di sembilan kecamatan. Kebakaran antara lain di Kecamatan Keresek, Gunung Kaler, Kronjo, dan Sindang Jaya. Adapun dugaan penyebab awal kebakaran karena kesengajaan. Namun, guna memastikan yang berwenang akan menyelidiki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.