Toleransi Kunci Utama Kelola Perbedaan dan Keragaman
📅 Rabu, 30 Agu 2023, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Sean Filo Muhamad
Jakarta - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan toleransi antarumat beragama merupakan kunci utama dalam mengelola perbedaan dan keragaman.
"Toleransi merupakan kunci utama dalam mengelola perbedaan dan keragaman," kata Menag Yaqut dalam acara Jakarta Plurilateral Dialogue (JPD) 2023 di Jakarta, Selasa.
Bagi masyarakat Indonesia, kata Menag Yaqut, memperkuat budaya toleransi dan mempertahankan masyarakat majemuk yang terbuka merupakan satu garis lurus dengan keperluan dan agenda negara dalam melestarikan demokrasi dan menjamin Hak Asasi Manusia (HAM).
Dia menyebutkan pluralitas merupakan ciri kodrati dari tata realitas yang natural dan struktural.
"Oleh karena itu, penolakan terhadap pluralitas sesungguhnya berarti juga merupakan penyangkalan terhadap realitas," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, Indonesia berpengalaman dalam memperlihatkan betapa pentingnya memperkuat budaya toleransi dalam demokrasi Indonesia.
Hal tersebut, kata dia, karena kultur toleransi yang telah dibangun menyediakan kerangka dasar untuk kehidupan yang lebih adil bagi masyarakat yang pluralistik.
Adapun sikap intoleran, menurut dia, justru semakin meminggirkan kaum yang lemah, dan memperdalam jurang ketidakadilan dalam bermasyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Berabad-abad sejarah menunjukkan bahwa hidup berdampingan tidak hanya mungkin terjadi, tetapi juga merupakan kekuatan," tutur Menag Yaqut.
Oleh karena itu, Menag Yaqut menyambut baik seluruh inisiatif yang dilakukan dalam gelaran JPD 2023 untuk menguatkan budaya toleransi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!