Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Berjanji Dukung Repatriasi Pengungsi Rohingya Secara Bermartabat

📅 Minggu, 27 Agu 2023, 14:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB Berjanji Dukung Repatriasi Pengungsi Rohingya Secara Bermartabat Doc: ANTARA/Anadolu Agency/Firat Yurdakul
Ket. Muslim Rohingya, yang menyelamatkan diri dari penindasan dalam operasi militer di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, menunggu tentara Benggala datang dan membawa mereka ke kamp pengungsi di Cox's Bazar, Bangladesh, pada Desember 2017.

WASHINGTON - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan akan terus mendukung upaya menciptakan kondisi bagi repatriasi pengungsi Rohingya secara sukarela, aman, bermartabat, dan berkelanjutan ke tempat tinggal mereka di Myanmar.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis untuk memperingati enam tahun eksodus Rohingya dari Myanmar, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Florencia Soto Nino mengatakan bahwa wargaRohingya masih menjadi pengungsi di dalam dan di luar negeri, termasuk sekitar satu juta warga Rohingya di Bangladesh.

"Kerentanan yang dihadapi oleh masyarakat Myanmar, termasuk Rohingya, diperparah oleh konflik yang sedang berlangsung dan kehancuran yang disebabkan oleh Topan Mocha," kata PBB.

Untuk itu, Sekjen PBB menyerukan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk melipatgandakan upaya untuk menemukan solusi yang komprehensif, inklusif, dan tahan lama yang dapat mengatasi akar penyebab diskriminasi dan kekerasan sistemik di Myanmar.

PBB juga menyeru pihak-pihak terkait untuk menanggapi krisis perlindungan dan kebutuhan kemanusiaan yang semakin meningkat sambil memperkuat upaya perlindungan pengungsi di wilayah tempat mereka melarikan diri dari penganiayaan dan kekerasan.

Mengingat bahwa Bangladesh telah menunjukkan komitmen kemanusiaan dan kemurahan hati yang harus diakui melalui "tanggung jawab bersama", PBB mengatakan bahwa lebih banyak hal harus dilakukan untuk mendukung Rencana Respons Bersama dan mencegah krisis kemanusiaan yang lebih luas.

"PBB berkomitmen untuk bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk aktor regional, untuk membantu menyelesaikan krisis ini dan mengupayakan akuntabilitas dan keadilan bagi para korban menuju perdamaian berkelanjutan di Negara Bagian Rakhine dan seluruh Myanmar," kata PBB dalam pernyataannya.

Rohingya digambarkan oleh PBB sebagai kelompok yang paling teraniaya di dunia dan menghadapi apa yang oleh kelompok hak asasi manusia disebut sebagai genosida.

Menurut Amnesty International, lebih dari 750 ribu pengungsi Rohingya yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, meninggalkan Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan keras terhadap komunitas minoritas Muslim pada Agustus 2017.

Eksodus tersebut menambah jumlah warga Rohingya yang teraniaya di Bangladesh menjadi lebih dari 1,2 juta orang.

Sejak 25 Agustus 2017, hampir 24 ribu Muslim Rohingya telah dibunuh oleh pasukan negara Myanmar, menurut laporan Badan Pembangunan Internasional Ontario (OIDA).

Lebih dari 34 ribu orang Rohingya juga dibakar, sementara lebih dari 114 ribu lainnya dipukuli, berdasarkan laporan OIDA yang berjudul "Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman Tak Terungkap".

Sebanyak 18 ribu perempuan dan anak perempuan Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar dan lebih dari 115 ribu rumah warga Rohingya dibakar, sementara 113 ribu lainnya dirusak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.