Warholm Rebut Emas Ketiga
📅 Jumat, 25 Agu 2023, 06:46 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Jewel SAMAD / AFP
BUDAPEST - Karsten Warholm asal Norwegia menampilkan performa impresif untuk mendapatkan kembali gelar lari gawang 400 m di Kejuaraan Dunia Atletik yang berlangsung di Budapest, Hungaria, Kamis (24/8). Warholm yang juga merupakan juara Olimpiade mencatat waktu 46,89 detik untuk meraih emas.
Kyron McMaster dari Kepulauan Virgin Britania Raya meraih perak dengan catatan waktu 47,34 detik. Pelari Amerika Serikat, Rai Benjamin, merebut perunggu dengan catatan waktu 47,56 detik. Sedangkan juara bertahan Alison Dos Santos dari Brasil gagal naik podium karena hanya finis kelima.
Warholm pernah meraih medali emas kejuaraan dunia di London tahun 2017 dan Doha tahun 2019. Namun setelah pulih dari cedera, dia hanya bisa finis ketujuh di Eugene tahun lalu. "Saya merasa medali emas sudah kembali ke tempatnya. Perasaan saya luar biasa," ujarnya.
"Itu lari saya yang sempurna. Saya mampu mempertahankan performa di 250 m pertama dan tahu bahwa para peserta berlari kencang dan akan sangat lelah," sambungnya. Warholm mengatakan ada suasana yang bisa diprediksi dalam perlombaan tersebut.
"Mereka berusaha sangat keras. Namun saya tahu mereka akan mendapat kesulitan jelang finis. Saya akan memiliki peluang paling besar," tandas pelari berusia 27 tahun, yang baru saja mencetak rekor di kejuaraan atletik Diamond League di Monaco bulan lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Warholm, yang mencetak rekor dunia 45,94 detik saat memenangkan medali emas Olimpiade Tokyo, start di jalur tujuh, di samping Benjamin. McMaster berada di jalur delapan. Dos Santos di jalur sembilan.
Di satu tahap sepertinya Benjamin berhasil mengalahkan Warholm. Pasangan ini berhasil melewati gawang ketujuh. Dengan wajah meringis, Warholm kemudian melakukan upaya besar-besaran untuk mencapai finis.
Di final lari gawang 400 m putri, Marileidy Paulino dari Republik Dominika akhirnya mengamankan gelar dunia pertamanya setelah meraih medali perak Olimpiade Tokyo dan kejuaraan dunia tahun lalu. Dia mencatatkan waktu 48,76 detik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di nomor lompat terjadi persaingan sengit antara juara Olimpiade Katie Moon dari Amerika Serikat dan atlet Australia Nina Kennedy. Akhirnya mereka saling berpelukan dan berbagi medali emas dengan lompatan setinggi 4,90 m.
Hal serupa terjadi di nomor lompat tinggi putra di Olimpiade Tokyo ketika atlet Qatar Mutaz Essa Barshim dan Gianmarco Tamberi dari Italia setuju untuk berbagi medali emas.
Bagi Kennedy, hasil kali ini adalah performa terbaik dalam hidupnya untuk mengubah perunggu di kejuaraan dunia tahun lalu menjadi emas.
"Saya melompat keluar dari cangkang kali ini," ujar atlet berusia 26 tahun itu. "Saya bisa naik podium. Keajaiban bisa saja berupa emas. Jadi saya pikir keajaiban terjadi kali ini," tambahnya.
Moon akhirnya merasa lega bisa berbagi gelar setelah berjuang keras mempertahankan mahkotanya. Saat final dimulai, dia tidak berpikir berbagi medali emas. Namun sekarang dia benar-benar puas.
Sementara itu, Faith Kipyegon tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan setelah meraih medali emas ketiganya yang bersejarah di nomor lari 1500 m putra hari Rabu lalu. Atlet asal Kenya itu mencapai final lari 5.000 m.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!