Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemuda Katolik Apresiasi Kebesaran Hati Presiden Jokowi Hadapi Kritikan dan Cacian

📅 Kamis, 17 Agu 2023, 13:49 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemuda Katolik Apresiasi Kebesaran Hati Presiden Jokowi Hadapi Kritikan dan Cacian Doc: istimewa
Ket. Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma mengapresiasi sikap Jokowi dalam menghadapi cacian.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sidang tahunan MPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8), menyinggung sejumlah catatan terkait perilaku demokrasi yang semakin keruh menjelang Pemilihan Presiden (pilpres) 2024. Jokowi menunjukkan kebesaran hatinya menghadapi segala caci maki, namun di sisi lain Presiden menyinggung demokrasi yang terlampau kebablasan.

Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma mengapresiasi sikap Jokowi dalam menghadapi segala cacian yang tertuju kepada dirinya tersebut.

"Kebesaran hati dalam menghadapi cacian dan kritikan yang terucap dalam pidato kenegaraan Presiden Jokowi patut diapresiasi di tengah ekspresi berbicara yang semakin kebablasan. Itulah sikap bernegara yang patut diacungi jempol, kebesaran hati Jokowi adalah bukti bahwa ia tidak otoriter seperti yang orang tuduhkan akhir-akhir ini," kata Gusma di Jakarta, Rabu (16/8).

Demokrasi yang semakin keruh menjelang pilpres menjadi indikator bahwa iklim politik hari ini belum sehat. "Seperti udara yang akhir-akhir ini kotor, hate speech di ruang publik adalah polusi yang akhirnya bikin banyak orang merasa tidak nyaman. Padahal, kunci dari demokrasi yang sehat adalah diskursus yang sarat argumen daripada sentimen," jelas Gusma.

Gusma berharap masyarakat semakin cerdas dalam berdemokrasi dan tidak terjebak dalam dikotomi dan trikotomi sosial akibat kandidasi pilpres. "Siapapun yang menjadi pemimpin, ialah yang terbaik bagi bangsa ini untuk memegang nahkoda kepemimpinan. Jangan sampai euforia pesta demokrasi dihiasi sentimen yang kontraproduktif dan menjemukan mata".

Komitmen generasi muda dalam mewujudkan iklim demokrasi yang sehat menurut Gusma merupakan ikhtiar nyata yang jelas dibutuhkan saat ini. "Hari ini ruang percakapan digital penuh dengan konten yang sulit untuk di filter. Generasi muda harus menjadi pioneer dalam mewujudkan iklim demokrasi yang sehat dengan tidak menceburkan diri pada diskursus sentimentil. Pemuda Katolik siap melanjutkan keteladanan revolusioner yang telah ditancapkan Jokowi, khususnya dalam hal menjadi pribadi yang dewasa menghadapi dinamika demokrasi," pungkas Gusma.

Sikap sejuk Jokowi dalam menanggapi ragam kritik kepada pemerintah, dalam pandangan Gusma, adalah cara yang elegan guna mendukung estafet pembangunan bangsa menuju Indonesia emas 2045. Pak Jokowi ingin estafet pembangunan ini menjadi aksi kolaboratif seluruh anak bangsa.

"Energi positif yang ditawarkan Pak Jokowi hendaknya menjadi amunisi anak bangsa menghadapi dinamika demokrasi, diskursus sentimental, kembali menguatkan visi terus melaju untuk Indonesia maju," demikian Gusma.(ers)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.