Atasi Kekerdilan Anak, Kepala BKKBN: Perhatikan Masa Kehamilan untuk Cegah Anak Stunting
Rabu, 16 Agu 2023, 00:18 WIBJakarta - Atasi kekerdilan anak, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menekankan pentingnya orang tua memperhatikan masa kehamilan untuk mencegah anak lahir stunting.
"Kalau mau hamil lagi, ingat hamilnya harus direncanakan dengan baik, supaya anaknya tidak cacat, tidak stunting, dan sehat, karena pembentukan organ itu selesai dalam waktu dua bulan pertama kehidupan di dalam rahim," katanyadalam diskusi Kelas Orang Tua Hebat (Kerabat) yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.
Ia menekankan orang tua selalu memperhatikan kondisi kesehatan ibu hamil agar bayi dapat tumbuh dengan baik.
"Kalau hamil, tetapi hemoglobin (molekul protein pembawa sel darah merah) rendah, kurang darah merah atau anemia, kurang gizi, terlalu kurus, dan kurang vitamin D, maka plasentanya (organ penunjang bayi pada rahim) akan tipis, kalau plasenta tipis, bayinya kecil dan tidak akan tumbuh dengan baik," ujar dia.
Ia berpesan kepada para calon pengantin untuk serius memikirkan masa depan keluarga dengan tidak main-main dan tidak menjadikan hubungan seksual sebagai ajang untuk rekreasi belaka.
"Kalau main-main, jangan hamil, itu sudah jelas. Kalau anda sudah suami istri, terus hubungan seksual hanya untuk rekreasi saja, ya pakai kontrasepsi, karena kalau enggak sengaja lalu hamil, akhirnya terjadilah kehamilan yang tidak dikehendaki," katanya.
Dokter spesialis kandungan ini, juga menyebutkan pentingnya masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni usia 0-24 tahun, karena pada masa ituakan ditunjukkan kesempurnaan penglihatan, pendengaran, bicara, logika, dan emosi anak.
"Tuhan menutup ubun-ubun anak di usia 24 bulan, jadi begitu 1.000 hari, tulang sama tulang ketemu, kalau celah sudah hilang dan tertutup, otaknya sudah tidak bertambah lagi. Ubun-ubun menutup 96 persen di usia 24 bulan. Kalau ingin anaknya tidak stunting dan cerdas, waktunya di 1.000 HPK," ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa menjaga jarak kehamilan juga penting agar anak terhindar dari penyakit seperti autisme.
"Atur jarak anak juga, karena jarak anak yang dekat menyebabkan stunting. Autisme dan stunting juga sangat berhubungan dengan jarak. Biarkan anak sampai umur tiga tahun baru punya adik, ini jarak idealnya," ujar dia.
Ia berpesan kepadakeluarga agar dapat mengembalikan tiga fungsi, yakni asah, asih, dan asuh.
"Diasah kecerdasan ilmu agama, pendidikan, dan teknologinya, diasih dengan kasih sayang sepenuh hati, diatur jaraknya agar tidak terlalu dekat biar kasih sayangnya penuh, dan diasuh, dibuatkan rumah, jamban yang sehat, air yang bersih, baju yang baik," demikian Hasto Wardoyo.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BRIN: Pencemaran Sungai Cisadane Berisiko Timbulkan Efek Kesehatan Kronis, Masyarakat Dilarang Konsumsi Air dan Ikannya
-
Generasi Muda RI Enggan Nikah dan Miliki Anak, BKKBN Temukan Faktor Utama Penyebabnya
-
Pemerintah: Sejumlah Ruas Tol Tambahan Dibuka untuk Arus Mudik Lebaran
-
Apakah Kabupatan/Kotamu Termasuk Inovatif untuk Kemajuan Ekraf?
-
KKP Pastikan Layanan Pelabuhan Perikanan Tetap Optimal di Libur Lebaran 2026
-
Kapolda Metro Minta Perkuat Peran Siswa Jaga Keamanan Lingkungan Sekolah
-
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Ingatkan Pemudik Jaga Kesehatan dan Keselamatan Saat Perjalanan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.