Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kode Ur Nammu, Inspirasi Hukum Selanjutnya di Mesopotamia

📅 Selasa, 15 Agu 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Undang-undang tersebut dibingkai dalam pola kalimat bersyarat jika-ini-maka-itu. Beberapa contohnya adalah: "Kode tersebut juga menentukan denda untuk kejahatan yang, di bawah Kode Hammurabi, akan diperlakukan jauh lebih berat. Dalam kode Ur-Nammu, dua pelanggaran khususnya patut diperhatikan. Sedangkan di bawah Kode Hammurabi, jika seseorang merusak mata orang lain, dia membayar dengan salah satu matanya dan juga dengan gigi," tulis dia.

Perubahan

Yang menjadi pertanyaan mengapa Kode Ur-Nammu mengalami perubahan saat diadopsi dalam Kode Hammurabi. Menurut para cendekiawan subyek dari dinasti ketiga Ur memiliki komposisi bangsa Sumeria yang homogen. Pada pada masa raja terakhir, Ibbi-Sin yang memerintah 1963-1940 SM, populasinya menjadi lebih beragam.

Kecenderungan ini berlanjut hingga pembentukan Dinasti Isin oleh Ishbi-Erra (antara 1953-1940 SM). Ishbi-Erra mengalahkan orang Amori dan Elam yang mencoba mengisi kekosongan kekuasaan setelah jatuhnya bangsa Gutia. Beberapa dari mereka tinggal dan bekerja di antara bangsa Sumeria dalam jumlah yang lebih banyak daripada sebelumnya.

Pada masa pemerintahan raja kelima Dinasti Isin, Lipit-Ishtar, sebuah kode hukum baru diperlukan. Salah satu ketentuan utama Kode Lipit-Ishtar berurusan dengan perbudakan, yang telah dipraktikkan secara luas, baik oleh orang yang menjual diri mereka sendiri sebagai budak atau anggota keluarga mereka.

Kode tersebut juga mengamanatkan pelayanan masyarakat untuk pekerjaan umum dan menetapkan tarif pajak yang adil dan undang-undang perkebunan. Meskipun undang-undang ini diketahui dan dipahami oleh majelis hukum, mereka biasanya tidak dikonsultasikan dalam mencapai putusan, seperti yang dijelaskan oleh cendekiawan Gwendolyn Leick.

Sistem peradilan Mesopotamia terutama mengandalkan hukum adat yang ditegakkan oleh majelis di tempat lain atau pejabat kota atau pengadilan. Hakim dapat dipilih dari masyarakat setempat atau diangkat oleh raja. Pihak yang terkena dampak mewakili kasus mereka sendiri dan menghadirkan saksi yang sesuai. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.